Apa Yang Dirasakan Pohon Apel Saat Bermain Bersama Temannya

Fatih.co.id

Apa Yang Dirasakan Pohon Apel Saat Bermain Bersama Temannya
Apa Yang Dirasakan Pohon Apel Saat Bermain Bersama Temannya

apa yang dirasakan pohon apel saat bermain bersama temannya?​

Daftar Isi

1. apa yang dirasakan pohon apel saat bermain bersama temannya?​

Pertanyaan di atas diambil dari sebuah dongeng “Pohon Apel dan Anak Laki – Laki”. Pohon apel merasa senang saat bermain bersama temannya.

Pembahasan

Dongeng adalah cerita khayalan yang umumnya bercerita tentang kehidupan di zaman dahulu kala. Dongeng biasanya tidak terjadi di kehidupan nyata dan sifatnya hanya menghibur atau memberikan pesan.

Unsur dongeng:

Pesan / amanat, pesan yang ingin disampaikan. Tokoh, bisa berupa manusia, hewan, atau tumbuhan. Alur, jalan cerita dongeng.

Alur cerita dongeng dibagi menjadi 3 yaitu alur maju, mundur dan campuran.

Jenis – jenis dongeng:

Mitos, dongeng yang berkaitan dengan makhluk halus, atau dewa – dewi. Contoh: Nyi roro kidul, Jaka Tarub, dll. Sage, dongeng yang ceritanya mengisahkan sejarah tokoh tertentu yang mengisahkan kebaikan. Contoh: Kisah jaka Tingkir, Ramayana, Si Buta dari Gua Hantu. Fabel, dongeng yang tokohnya adalah binatang yang berperilaku seperti manusia, misalnya dapat berbicara dan berjalan. Contoh: Si Kancil dan Buaya, Semut dan Belalang.Legenda, dongeng yang menceritakan keajdian alam atau asal usul suatu tempat. Contoh: Legenda Ratu Pening dan Legenda Danau Toba. Parabel, dongeng yang mengandung nilai pendidikan yang disampaikan secara tersirat. Contoh: Malin Kundang.

Unsur intrinsik dongeng:

Latar belakang informasi tentang waktu, suasana, dan juga lokasi di mana cerita tersebut berlangsung. TokohAlurAmanat Majas atau gaya bahasa

Pelajari lebih lanjutMateri tentang alasan pohon apel kesepian https://brainly.co.id/tugas/23791806Materi tentang definisi dongeng https://brainly.co.id/tugas/4495183?source=archiveMateri tentang fabel https://brainly.co.id/tugas/5080614—————————————-Detail jawaban

Kelas: SD

Mapel: Bahasa Indonesia

Bab: Dongeng

Kode: –

#TingkatkanPrestasimu #SPJ3

2. Apa yang di rasakan pohon apel saat bermain bersama temannya ?​

Jawaban:

manis,harum,dan banyak vitamin nya

semoga membantu

Jawaban:

dia sangat bahhagia lalu dia mati

3. Apa yg dirasakan pohon apel saat bermain bersama temannya

Jawaban:

menangis?

Penjelasan:

MANA CERITANYA WOOOOYYY

4. kah kamuaringdaonituWaktu berlalu, anak laki-laki itu tumbuh dewasa.Suatu hari, ia datang kembali. Pohon apelmenyambutnya dengan gembira. “Ayo, bermainlahbersamaku,” ajak si Pohon Apel.”Ah, aku tak punya waktu untuk bermain. Kamimembutuhkan rumah untuk tempat tinggal.Bisakah kau membantu
ku?””Kamu boleh memotong cabang-cabang pohonkuini untuk membangun rumahmu.” Jadi anak laki-laki itu memotong semua cabang pohon dan pergidengan riang. Pohon apel itu senang melihattemannya bahagia. Tapi dia tak pernah kembalisejak saat itu. Pohon apel kembali merasa kesepiandan sedih.Akhirnya, laki-laki itu kembali lagi. Laki-laki itu danpohon apel sekarang sudah sama-sama tua. “Akusudah tak bisa memberikan apa-apa,” kata PohonApel. “Tidak apa-apa. Aku hanya membutuhkan se-buah tempat untuk beristirahat,” jawab laki-laki itu.”Baik! Sisa batang pohon tua adalah tempatterbaik untuk bersandar dan beristirahat. Duduklahsini bersamaku dan istirahatlah,” kata pohonapel. Laki-laki itu pun duduk bersandarkan padabatang pohon yang masih tersisa. Pohon apel punmenangis bahagia. Akhirnya mereka pun bersamalagi. pertanyaanya! mengapa pohon apel tersebut menangis bahagia? ​

Jawaban:

karena dia senang kawan lamanya kembali dan menemaninya sampai akhir hidupnya

5. Suatu hari, ia datang kembali. Pohon apel menyambutnya dengan gembira.”Ayo, bermainlah bersamaku,” ajak si Pohon Apel.”Ah, aku tak punya waktu untuk bermain. Kamimembutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Bisakah kau membantuku?””Kamu boleh memotong cabang-cabang pohonku ini untuk membangun rumahmu.” Jadi anak laki-lakiitu memotong semua cabang pohon dan pergi dengan riang. Pohon apel itu senang melihat temannyabahagia. Tapi dia tak pernah kembali sejak saat itu. Pohon apel kembali merasa kesepian dan sedih.apa yang ingin di buat laki laki muda diatas? a. Membuat rumah untuk tempat tinggalb. Memotong cabang pohonC. Bermain bersamad. Pergi dengan riang​

Jawaban:

A. membuat rumah untuk tempat tinggal

Penjelasan:

semoga membantu dan maaf kalau salah

Jawaban:

a. membuat rumah untuk tempat tinggal

6. apa yg dirasakan pohon apel saat bermain bersama temannya​

Jawaban:

Yang dirasakan pohon Apel adalah senang dan gembira 🙂

Penjelasan:

Aku ngga tau cerita Pohon apel nya kek gmna

Jadi mohon maaf kalo jawaban aku Salah:)

7. Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.Waktu terus berlalu.Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.Suatu hari ia mendatangi pohon apel.Wajahnya tampak sedih.”Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.”Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.”Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.Pohon apel sangat senang melihatnya datang.”Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.”Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.”Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?””Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel.Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.”Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel.”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.”Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?””Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya.Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.”Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.””Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,”jawab anak lelaki itu.”Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.”Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.”Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.”Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki.”Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.””Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.Soalnya1.Jelaskan tema cerita imajinasi “Pohon apel”!2.Jelaskan siapa tokoh?3.Bagaimana watak dari tokoh tersebut?4.Jelaskan bagaimana latarnya!5.Jelaskan amanat  teks  narasi yang berjudul cerita imajinasi “pohon apel” !Mohon Di Jawab​

Jawaban:

1.pohon apel

2.pohon apel dan anak laki laki

3.ank laki laki

4.

5.sayangi lh pohon

pohon merupakan tumbuhan yg hidup jangan pernah dimusnahkn

Penjelasan:

maafyakalosalah

sayasebisamungkinutukmenjawabnya

semogamembantu

no4kurangtau

8. siapa teman pohon apel​

Jawaban:

pohon pear

(phon pir).

Jawaban:

pohon per

Penjelasan:

pohon pear

maaf kalo salah

9. siapa teman pohon apel?​

Jawaban:

anaklakilakiyangseringbermaindidekatpohonapel

Penjelasan:

maaf kalo salah

Jawaban:teman pohon apel ya buah apel

Penjelasan:maap kalo salah :>

10. 4.mengapa pohon apel merasa kesepian dan sedih

Jawaban:

Pohon apel merasa kesepian dan sedih karena anak laki-laki itu tidak pernah kembali lagi.

Penjelasan:

Perhatikan paragraf berikut ini:

“Kamu boleh memotong cabang-cabang pohonku ini untuk membangun rumahmu.” Jadi anak laki-laki itu memotong semua cabang pohon dan pergi dengan riang. Pohon apel itu senang melihat temannya bahagia. Tapi dia tak pernah kembali sejak saat itu. Pohon apel kembali merasa kesepian dan sedih.

Pelajari lebih lanut materi cerita pohon apel dan anak lelaki pada https://brainly.co.id/tugas/11532897

11. Siapa teman pohon apel

Jawaban:

Teman pohon apel adalah anak laki-laki yang sering bermain di dekat pohon apel.

Penjelasan:

Perhatikan kutipan berikut:

Dahulu kala, ada sebuah pohon apel besar. Ada seorang anak laki-laki bermain di sekitar pohon itu. Dia sangat menyayangi pohon itu. Pohon itu juga senang bermain bersamanya.

Jadi, teman pohon apel adalah seorang anak laki-laki.

Pelajari lebih lanjut materi pohon apel merasa sedih pada https://brainly.co.id/tugas/23791806

#BelajarBersamaBrainly

12. Tolong translate-in please ini dikumpulin besokSuatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu. “Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.” Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih. Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” “Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.“Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel. “Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?” “Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.” Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.“Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu. “Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel. “Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu. “Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. “Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.” Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

panjang banget seeh?! >>>>
Once upon a time, there lived a large apple tree and a boy man who likes to play around under the apple tree every day. he happy to climb up to the top of the tree, eat the fruit, dozing in the shade of leafy leaves. The boy was very love the apple tree. Similarly, the apple tree is very loving child small. Time flies. The boy’s has now grown up and no longer play around with the apple tree it every day. One day she came to the apple tree. His face looked sad. “Come over here and play with me,” pleaded the apple tree. 
“I’m not a little boy playing with the tree again,” the boy said. 
“I’d love to have a toy, but I do not have the money to buy it.” 
The apple tree said, “Duh, sorry I did not have money … but you should take all my apple fruit and sell it. You can get money to buy toys’re into. “

The boy was very happy. He grabbed all the apples on the tree and left happily. Howev
er, after the child men never come again. The tree was again sad. One day the boy came again. Apple trees are very pleased to see it coming. “Come play with me again,” the tree said. 
“I do not have time,” the boy said. 
“I have to work for my family. We need a house for shelter. Will you help me? “
“Duh, sorry I did not have a home. But you must cut down all rantingku branches to build your house, “the tree said. then the child The man cut down all the branches and twigs of the apple tree and leave with delight. 
The tree was also happy to see the boy happy, but the boy never came back again. The tree was again lonely and sad. In the summer, the boy came again. Apple tree rejoiced feel very welcome it. “Come and play deganku,” the tree said. 
“I’m sad,” said the boy. 
“I am old and want to live in peace. I want to go on vacation and sailing. Will you give me a boat for a cruise? “
“Duh, sorry I do not have a boat, but you may cut off my trunk and use it to make a boat that you want. Go sailing and have fun. “Later, the boy cut trunks the apple tree and make the dream ship. 
He went sailing and never again came to the apple tree. Finally, the boy came again after so many years later. 

“I’m sorry my son,” the tree said. 
“I do not have another apple for you.” 
“That’s okay. I’ve also had no teeth to bite apelmu fruit, “the boy said. 
“I do not have a trunk and branches that you can climb,” the tree said. 
“Now, I’m too old for that,” the boy said. 
“I really do not have anything else I can give you. What was left was my roots are old and dying, “said apple tree with tears. 
“I do not need anything else right now,” said the boy. 
“I just need a place to rest. I’m very tired after such a long time to leave. “
“Oooh, that’s good. You know, the roots of old trees is a best to lie down and rest. Come, let us lie in embrace my roots and rest in peace. “The boy was lying in the arms of the tree roots. The tree was glad and smiled with tears in her eyes.

13. aansiapa teman pohon apel ?Apa 09 dirasakan pohon ateman nya Manis​

Lo ngomong paan sih anjirr..

14. 1.Siapa teman pohon apel? 2.Apa yang dirasakanpohon apel saat bermain dengan temannya? 3.Apa kebaikan yang diberikan pohon apel? 4.Mengapa pohon apel merasa kesepian dan sedih? 5.Diakhir cerita mengapa pohon apel menangis?

Teman Pohon Apel adalah si anak laki-lakiYang dirasakan Pohon Apel saat bermain dengan temannya adalah gembira dan bahagiaKebaikan yang diberikan pohon apel adalah memberikan batangnya untuk dijadikan bahan membuat rumah dan membolehkan si anak laki-laki untuk beristirahat di sisa batangnyaPohon Apel merasa kesepian dan sedih karena si anak laki-laki tidak kembali lagi setelah mendapatkan kayu untuk membuat rumah.Di akhir cerita Pohon Apel menangis sebab ia bahagia karena si anak laki-laki ternyata kembali lagi setelah dewasa dan Pohon Apel dapat membantunya lagi. Ia pun bisa kembali bersama dengan temannya.

Pembahasan

Pohon Apel yang Tulus adalah cerita anak berupa dongeng yang mengisahkan pertemanan Pohon Apel dan anak laki-laki yang sering bermain di sekitarnya. Dongeng itu sendiri merupakan sebuah karya karangan yang isinya tidak benar-benar terjadi, namun mengandung nilai positif tertentu yang dapat menjadi percontohan perilaku bagi anak-anak.

Pesan moral dalam Pohon Apel yang Tulus adalah

Kita hendaknya saling tolong-menolong antarsesama.Tolong-menolong harus dilakukan dengan ikhlas dan tulus tanpa berharap balasan.Datangi temanmu ketika ia membutuhkan dan jangan hanya mendatanginya ketika kita membutuhkan teman kita.

Pesan moral yang terakhir merujuk pada perilaku si anak laki-laki yang terkesan gemar memanfaatkan temannya, Pohon Apel. Sepanjang cerita ia ditampilkan hanya datang kepada Pohon Apel ketika membutuhkan bantuan atau suatu hal tertentu, misalnya membutuhkan kayu untuk membuat rumah. Bahkan, ia segera pergi ketika sudah mendapatkan yang ia inginkan. Ia akhirnya kembali lagi saat sudah tua dan membutuhkan bantuan untuk yang terakhir kalinya.  Perbuatan si anak laki-laki ini merupakan perilaku yang tidak baik karena hanya mau berteman ketika membutuhkan sesuatu atau gemar memanfaatkan kebaikan orang lain.

Di satu sisi, Pohon Apel yang tulus dan baik hati selalu bersedia menolong temannya yang kesusahan. Saat menolong orang lain, ada baiknya kita melakukannya tanpa pamrih. Artinya, kita tidak mengharapkan orang lain untuk membalas kebaikan kita. Meskipun si anak laki-laki tidak pernah membantu Pohon Apel, ia tetap tidak pernah sungkan-sungkan memberikan bantuan kepada anak laki-laki. Menolong orang memang perbuatan yang baik, tetapi jika kamu merasa dimanfaatkan oleh temanmu dan merasa tidak nyaman karenanya, sebaiknya kamu menasihati temanmu agar ia juga bisa menghayati sikap tolong-menolong dan hubungan kalian menjadi lebih baik. Kata kunci pada sikap tolong-menolong ada pada kata saling. Artinya, perilaku gemar menolong ini dilakukan secara timbal balik atau terhadap satu sama lain.

Pelajari lebih lanjut  Unsur intrinsik dalam Ande-ande Lumut → https://brainly.co.id/tugas/4449882 Pesan moral dalam Pohon yang Sombong → https://brainly.co.id/tugas/32292928  Watak dan Perwatakan dalam Berlian Tiga Warna → https://brainly.co.id/tugas/7680049

 

Detail jawaban

Kelas: 9

Mapel: B. Indonesia

Bab: Bab 15 – Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Kode: 9.1.15

#JadiRankingSatu

15. siapa teman pohon apel tolong jawab​

teman pohon apel adalah anak yang selalu bermain dengan pohon apel

maaf kalo salah

16. apa yg dirasakan pohon apel saat bermain bersamanya?​

Jawaban:

mksdny gmn ya

? gas NGERTI soalnya mn

Jawaban:

bahagia selalu tersenyum dan sangat senang

17. Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.Waktu terus berlalu.Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.Suatu hari ia mendatangi pohon apel.Wajahnya tampak sedih.”Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.”Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.”Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.Pohon apel sangat senang melihatnya datang.”Ayo bermain-
main denganku lagi,” kata pohon apel.”Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.”Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?””Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel.Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.”Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel.”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.”Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?””Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya.Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.”Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.””Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,”jawab anak lelaki itu.”Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.”Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.”Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.”Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki.”Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.””Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.tema, alur, tokoh dan watak, amanat, latar (tempat,waktu, suasana)dari dongeng pohon apel yang tulus​

Jawaban:

tema pohon apel dan seorang anak

alur orientasi,komplikasi,resolusi

tokoh dan watak : pohon apel yang ingin selalu membantu manusia

lelaki : ambisius terhadap dunianya saja

amanat: hargailah pemberian baik besar atau kacil sekalipun

latar tempat: pekarangan

latar waktu: siang hari(musim panas)

suasana: menyedihkan

maaf klo salah…

semoga membantu

18. Asri mempunyai 3 pohon apel dari setiap pohon dipetik 10 buah apel Asri mempunyai apel kepada dua Temannya berapa buah apel terima masing-masing temannya

3 × 10 = 30 buah apel : 2 = 15 buah

jadi, masing” temannya menerima 15 buah apel

maaf kalau salah3 pohon apel ×10 apel ÷2 teman
=15 apel

Jadi, buah apel yang diterima masing-masing temannya adalah 15 buah apel.

19. Poison Apel yang mulusDohutu kala, ada sebuah pohon apel besar. Adoseorang anak laki-laki bermain di sekitar pohondahulu kala ada sebuan pohon apel besar ada seorang anak laki” bermain dih sekitar pohon itu. Dia sangat menyayangi pohon itu. Pohon itujuga senang bermain bersamanya.Waktu berlalu, anak laki-laki itu tumbuh dewasa.Suatu hari, ia datang kembali. Pohon apelmenyambutnya dengan gembira. “Ayo, bermainlahbersamaku,” ajak si Pohon Apel.”Ah, aku tak punya waktu untuk bermain. Kamimembutuhkan rumah untuk tempat tinggal.Bisakah kau membantuku?”Kerjakan:1. Menuliskan siapa teman dari pohonapel dan apa yang dirasakan pohonapel saat bermain bersama temannya?2. Menuliskan dua suku kata yangterdapat dalam cerita diatas!​

Jawaban:

1) Ado,pohon itu merasa senang

2) Poi-son

20. (SujadianSuatu hari ketika beranjak remaja, anak itumenjumpai pohon apelnya. “Hai, anak muda,ayolah naik ke dahanku dan bermain sepertidulu,” kata pohon apel.ParagrabagianA.or“Pohon, aku sudah beranjak remaja dan takmungkin bermain seperti anak kecil lagi,” jawabanak itu.B, ko4. BacalaAkhi“Lalu, apa yang kau inginkan dariku anakmuda?” tanya pohon apel.meningsmerasasepatu“Aku ingin mainan, tapi aku tidak punyauang,” jawab anak itu dengan nada rendah.(Sumber kutipan: Pengorbanan Pohon Apel KaryaEveline Grace dalam cerpen.com)​

Jawaban:

Ini cerpen kok kurang jelas gitu

Penjelasan:

Dan apa Yang ditanya juga tidak ada

Video Terkait

Bagikan: