Bentuk Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa

Fatih.co.id

Bentuk Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa
Bentuk Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa

bentuk perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa​

1. bentuk perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa​

Jawaban:

Sultan Ageng Tirtayasa melakukan perlawaan terhadap pemerintah kolonial Belanda pada abad ke-17. Ia memimpin pemberontakan terhadap Belanda dan menentang pemerintah kolonial yang mencoba untuk memperluas pengaruh dan kendalinya atas wilayah-wilayah di Jawa. Perlawaan Sultan Ageng Tirtayasa melibatkan pemberontakan militer dan serangan terhadap pos-pos Belanda dan pangkalan mereka. Meskipun perlawanannya akhirnya dikalahkan oleh Belanda, perlawaan ini menunjukkan bahwa masyarakat setempat memiliki tekad dan semangat untuk memperjuangkan kemerdekaannya.

2. Bentuk perlawanan sultan ageng tirtayasa

Penjelasan:

Bentuk perlawanan sultan ageng tirtayasa adalah antara lain

melakukanseranganterhadapVOC

memulihkanposisiBantensebagaibandarperdaganganinternasionalsekaligusmenandingiperkembanganVOCdiBATAVIA

mengirimpasukanuntukmengganggukapalVOCdan

mengobarkansemangatantiVOC

#sejutapohon

3. Bentuk bentuk perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa

Sultan Ageng merupakan musuh VOC yang tangguh. Pihak VOC ingin mendapatkan monopoli lada di Banten. Pada tahun 1656 pecah perang. Banten menyerang daerah-daerah Batavia dan kapal-kapal VOC, sedangkan VOC memblokade pelabuhan. Pada tahun 1659 tercapai suatu penyelesaian damai. VOC menggunakan siasat devide et impera / memecah belah dengan memanfaatkan konflik internal dalam keluarga Kerajaan Banten.

Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat putranya yang bergelar Sultan Haji (1682 – 1687) sebagai raja di Banten. Sultan Ageng dan Sultan Haji berlainan sifatnya. Sultan Ageng bersifat sangat keras dan anti-VOC sedang Sultan Haji lemah dan tunduk pada VOC. Maka ketika Sultan Haji menjalin hubungan dengan VOC, Sultan Ageng menentang dan langsung menurunkan Sultan Haji dari tahtanya. Namun, Sultan Haji menolak untuk turun dari tahta kerajaan.

Untuk mendapatkan tahtanya kembali, Sultan Haji meminta bantuan pada VOC. Pada tanggal 27 Februari 1682 pasukan Sultan Ageng menyerbu Istana Surosowan di mana Sultan Haji bersemayam. Namun mengalami kegagalan karena persenjataan Sultan Haji yang dibantu VOC lebih lengkap. Oleh karena kekalahan ini maka diadakan Perjanjian Banten. Isi Perjanjian Banten (1683) antara lain:

Banten harus mengakui kekuasaan VOC
Sultan Haji diangkat sebagai sultan Banten
Banten harus melepaskan pengaruhnya terhadap Cirebon
Banten tidak boleh berdagang lagi di Maluku
Hanya Belanda yang boleh mengekspor dan memasukkan kain ke wilayah Banten
Tahun 1683 Sultan Ageng berhasil ditangkap, dan Sultan Haji kembali menduduki tahta Banten. Meskipun Sultan Ageng telah ditangkap, perlawanan terus berlanjut di bawah pimpinan Ratu Bagus Boang dan Kyai Tapa.

4. bentuk-bentuk perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa​

Jawaban:

sultan ageng merupakan musuh tangguh voc.pihak voc ingin

mendapatkan monopoli lada di banten.pada tahun 1656 pecah

perang.

5. bentuk bentuk perlawanan dari sultan ageng tirtayasa

    Banten mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Abdul Fatah yang dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa (1650–1682). Sultan Ageng Tirtayasa mengadakan perlawanan terhadap VOC (1651), karena menghalang-halangi perdagangan di Banten. VOC dalam menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa menggunakan politik devide et impera, yaitu mengadu domba antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan putranya yang bernama Sultan Haji yang dibantu oleh VOC. Dalam pertempuran ini Sultan Ageng Tirtayasa terdesak dan ditangkap. Perlawanan Sultan Ageng dapat dilumpuhkan setelah VOC di bawah Jan Pieterszoon Coen melakukan politik adu domba terhadap putra mahkota kerajaan, yaitu Sultan Haji. Akhirnya, terjadi pertentangan antara ayah dan anak. Sultan Haji mendapat bantuan VOC untuk menurunkan ayahnya dari takhta kesultanan. Kemudian Sultan Haji (putera Sultan Agung Tirtayasa) diangkat menjadi Sultan menggantikan Sultan Ageng Tirtayasa. Pada Tahun 1750 meletus gerakan perlawanan terhadap pemerintahan Sultan Haji yang dipimpin Kyai Tapa dan Ratu Bagus Buang. Perlawanan dapat dipadamkan berkat bantuan VOC.
Sorry klo salah

6. Bentuk-bentuk perlawanan sultan ageng tirtayasa

Jawaban:

1. Melakukan serangan-serangan terhadap VOC.

2.Sultan Ageng Tirtayasa mengirim beberapa pasukannya untuk mengganggu kapal-kapal dagang VOC

3.Tahun 1682 pasukan Sultan Ageng Tirtayasa mengepung istana Surosowan dan mendesak Sultan Haji yang berkomplotan dengan Belanda

7. Bentuk Bentuk perlawanan Sultan ageng tirtayasa​

Jawaban:

bentuk perlawanan yang dilakukannya, antara lain :

1.    Melakukan serangan-serangan terhadap VOC.

2.    Mengundang para pedagang Eropa seperti Inggris, Perancis, Denmark, dan Portugis serta mengembangkan hubungan dagang dengan negara-negara Asia seperti Persia, Benggala, Siam, Tonkin, dan Cina guna memulihkan posisi Banten sebagai bandar perdagangan internasional sekaligus menandingi perkembangan VOC di Batavia.

3.    Sultan Ageng Tirtayasa mengirim beberapa pasukannya untuk mengganggu kapal-kapal dagang VOC

4.    Melakukan perusakan terhadap beberapa kebun tanaman tebu milik VOC guna memberi tekanan dan memperlemah kedudukan VOC.

5.    Mengobarkan semangat anti VOC.

6.    Tahun 1682 pasukan Sultan Ageng Tirtayasa mengepung istana Surosowan dan mendesak Sultan Haji yang berkomplotan dengan Belanda.

7.    Melakukan berbagai serangan-serangan dengan taktik gerilya.

8.
bentuk-bentuk perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa​

Jawaban:

Bentuk-bentuk perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa:

Menolak perjanjian bahwa VOC akan menerapkan sistem monopoliMelakukan serangan kepada VOCMelarang pedagang VOC untuk berdagang di Banten

Semogamembantu^^

9. bentuk Bentuk perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa​

Ada beberapa alasan serta latar Belakang mengapa Sultan Ageng Tirtayasa melakukan perlawanan terhadap VOC, antara lain :

1.    Kezaliman kaum kolonialis dan imperialis di Nusantara yaitu Belanda.

2.    Keinginan Belanda menguasai Banten karena wilayah ini sangat strategis sebagai bandar perdagangan internasional.

3.    Adanya persaingan antara Belanda (VOC) dengan Banten dikarenakan VOC membangun bandar perdagangan juga di Batavia.

4.    Hasutan VOC terhadap Sultan Haji (putera Sultan Ageng) untuk merebut tahta kesultanan Banten.

5.    Perompakan atau pembajakan kapal milik Banten yang pulang dari Jawa Timur oleh kapal-kapal Belanda.

          Untuk membela tanah Banten dari penguasaan VOC, banyak berbagai bentuk perlawanan yang dilakukannya, antara lain :

1.    Melakukan serangan-serangan terhadap VOC.

2.    Mengundang para pedagang Eropa seperti Inggris, Perancis, Denmark, dan Portugis serta mengembangkan hubungan dagang dengan negara-negara Asia seperti Persia, Benggala, Siam, Tonkin, dan Cina guna memulihkan posisi Banten sebagai bandar perdagangan internasional sekaligus menandingi perkembangan VOC di Batavia.

3.    Sultan Ageng Tirtayasa mengirim beberapa pasukannya untuk mengganggu kapal-kapal dagang VOC

4.    Melakukan perusakan terhadap beberapa kebun tanaman tebu milik VOC guna memberi tekanan dan memperlemah kedudukan VOC.

5.    Mengobarkan semangat anti VOC.

6.    Tahun 1682 pasukan Sultan Ageng Tirtayasa mengepung istana Surosowan dan mendesak Sultan Haji yang berkomplotan dengan Belanda.

7.    Melakukan berbagai serangan-serangan dengan taktik gerilya.

          Pada akhirnya, perang Banten yang dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa ini tidak bisa dikatakan mengalami kekalahan, namun juga belum bisa dikatakan mendapat kemenangan atas VOC. Tahun 1683 Sultan Ageng Tirtayasa berhasil ditangkap oleh VOC dengan tipu muslihat. Sultan Ageng ditawan di Batavia sampai wafatnya pada tahun 1692. Walaupun beliau wafat, rakyat Banten masih belum putus asa dalam memperjuangkan tanahnya dari penjajahan VOC.

MABAR FF HAYYU:330848815

10. bentuk bentuk perlawanan sultan ageng tirtayasa

Kelas              : VIII

Pelajaran       : IPS

Kategori         : Bab 4 Perubahan Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan dan Tumbuhnya Semangat Kebangsaan.

Kata Kunci     : Penyebab terjadinya Perang Banten, Sultan Ageng Tirtayasa, VOC, Alasan, Latar Belakang, Bentuk Perlawanan, Hasil Perlawanan.

Kode               : –

Pembahasaan :

            Sultan Abu al-Fath Abdulfatah atau yang lebih dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa, merupakan sosok tokoh pahlawan Nasional yang berjuang dalam membela tanah Banten melawan VOC.

            Ada beberapa alasan serta latar Belakang mengapa Sultan Ageng Tirtayasa melakukan perlawanan terhadap VOC, antara lain :

1.    Kezaliman kaum kolonialis dan imperialis di Nusantara yaitu Belanda.

2.    Keinginan Belanda menguasai Banten karena wilayah ini sangat strategis sebagai bandar perdagangan internasional.

3.    Adanya persaingan antara Belanda (VOC) dengan Banten dikarenakan VOC membangun bandar perdagangan juga di Batavia.

4.    Hasutan VOC terhadap Sultan Haji (putera Sultan Ageng) untuk merebut tahta kesultanan Banten.

5.    Perompakan atau pembajakan kapal milik Banten yang pulang dari Jawa Timur oleh kapal-kapal Belanda.

            Untuk membela tanah Banten dari penguasaan VOC, banyak berbagai bentuk perlawanan yang dilakukannya, antara lain :

1.    Melakukan serangan-serangan terhadap VOC.

2.    Mengundang para pedagang Eropa seperti Inggris, Perancis, Denmark, dan Portugis serta mengembangkan hubungan dagang dengan negara-negara Asia seperti Persia, Benggala, Siam, Tonkin, dan Cina guna memulihkan posisi Banten sebagai bandar perdagangan internasional sekaligus menandingi perkembangan VOC di Batavia.

3.    Sultan Ageng Tirtayasa mengirim beberapa pasukannya untuk mengganggu kapal-kapal dagang VOC

4.    Melakukan perusakan terhadap beberapa kebun tanaman tebu milik VOC guna memberi tekanan dan memperlemah kedudukan VOC.

5.    Mengobarkan semangat anti VOC.

6.    Tahun 1682 pasukan Sultan Ageng Tirtayasa mengepung istana Surosowan dan mendesak Sultan Haji yang berkomplotan dengan Belanda.

7.    Melakukan berbagai serangan-serangan dengan taktik gerilya.

            Pada akhirnya, perang Banten yang dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa ini tidak bisa dikatakan mengalami kekalahan, namun juga belum bisa dikatakan mendapat kemenangan atas VOC. Tahun 1683 Sultan Ageng Tirtayasa berhasil ditangkap oleh VOC dengan tipu muslihat. Sultan Ageng ditawan di Batavia sampai wafatnya pada tahun 1692. Walaupun beliau wafat, rakyat Banten masih belum putus asa dalam memperjuangkan tanahnya dari penjajahan VOC.

11. bentuk bentuk perlawanan sultan ageng tirtayasa

Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap VOC (1650-1682)

Sultan Ageng Tirtayasa adalah raja Kerajaan Banten. Pada waktu itu Banten menjadi pelabuhan bebas dan semua pedagang asing boleh singgah di Banten. Sultan Ageng menolak segala bentuk monopali.

 Perkambangan yang terjadi di Banten membuat VOC merasa terancam. Banten terancam Batavia untuk menguasai jalur perdagangan Sunda-Malaka. Oleh karena itu, VOC berusaha menguasai Banten

 Siasat VOC adalah politik Devide et Impera. Putra Sultan Ageng Titayasa yang bernama Pangeran Abdulkahar (Sultan Haji) dapat dihasut oleh VOC supaya merebut tahta kerajaan dari ayahnya. Akibatnya terjadilah perpecahan dalam keluarga Sultan Ageng Tirtayasa. Kesempatan ini dugunakan sebaik-baiknya oleh VOC dengan memberikan bantuankepada Pangeran Abdulkahar (Sultan Haji) untuk melawan ayahnya.

 Dalam menghadapi Belanda, Sultan Ageng Tirtayasa dibantu oleh pangeran purba, pangeran dari Cirebon, Sultan Sibore dari Ternate, dan raja Inggris. Untuk memperlemahkedudukan Belanda di Batavia, Sultan Ageng Tirtayasa mengadakan perang gerilnya dan membakar kebun-kebu tebu disebelah barat ciangke. Tiga pengeran asal Cirebon yang ada di Banten dipulangkan kembali ke daerahnya untuk mengadakan perlawanan terhadap Belanda dari arah timur.

 Akhirnya, Sultan Ageng Tirtayasa dapat dikalahkan belanda dan Sultan Haji. pada tahun 1683 Sultan Ageng Tirtayasa tertangkap, sedangkan Pangeran Purbaya melarikan diri ke daerah Priangan.

 Meskipun Sultan Ageng Tirtayasa telah tertangkap, perlawanan rakyat Banten terhadap VOC tidak pernah padam. pada tahun 1750-1752 rakyat Banten dipimpin kiai tapa dan Ratu Bagus Buang melakukan perlawanan terhadap VOC. Namun, perlawanan ini juga berhasil dipatahkan oleh VOC.

12. Bentuk per
lawanan dan hasil perlawanan oleh sultan ageng tirtayasa

Sultan Ageng Tirtayasa berkuasa di Kesultanan Banten pada periode 1651 – 1683. Ia memimpin banyak perlawanan terhadap Belanda. Masa itu, VOC menerapkan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten. Kemudian Tirtayasa menolak perjanjian ini dan menjadikan Banten sebagai pelabuhan terbuka. Saat itu, Sultan Ageng Tirtayasa ingin mewujudkan Banten sebagai kerajaan Islam terbesar.

Di bidang ekonomi, Tirtayasa berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan membuka sawah-sawah baru dan mengembangkan irigasi. Di bidang keagamaan, ia mengangkat Syekh Yusuf sebagai mufti kerajaan dan penasehat sultan.

Ketika terjadi sengketa antara kedua putranya, Sultan Haji dan Pangeran Purbaya, Belanda ikut campur dengan cara bersekutu dengan Sultan Haji untuk menyingkirkan Sultan Ageng Tirtayasa. Saat Tirtayasa mengepung pasukan Sultan Haji di Sorosowan (Banten), Belanda membantu Sultan Haji dengan mengirim pasukan yang dipimpin oleh Kapten Tack dan Saint-Martin.

13. Bentuk perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa..Makasih..

Jawaban:

Membela tanah Banten dari penguasaan VOC

Maaf klo salah,Semoga membantu.

14. Bentuk – bentuk perlawanan sultan ageng tirtayasa

Beberapa yang dilakukan misalnya mengundang para pedagang Eropa lain seperti Inggris, Perancis, Denmark dan Portugis. Sultan Ageng juga mengembangkan hubungan dagang dengan negara-negara Asia seperti Persia, Benggala, Siam, Tonkin, dan Cina.Sultan Ageng juga mengirim beberapa pasukannya untuk mengganggu kapal-kapal dagang VOC dan menimbulkan gangguan di Batavia. Dalam rangka memberi tekanan dan memperlemah kedudukan VOC, rakyat Banten juga melakukan perusakan terhadap beberapa kebun tanaman tebu milik VOC. Dibangun saluran air atau irigasi untuk meningkatkan produksi pertanian dan dimaksudkan juga untuk memudahkan transportasi perang

15. Bentuk-bentuk perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa​

Jawaban:melakukan gerilya besar-besaran.

memblokade perdagangan VOC.

melengserkan Sultan Haji dari tahta kerajaan.

menenggelamkan kapal-kapal dagang VOC.

melarang pedagang-pedagang VOC untuk berdagang di Banten.

Penjelasan:maap kalo salah

16. Apakah bentuk bentuk perlawanan sultan ageng tirtayasa ?

SuntingPantau halaman ini

Baca dalam bahasa lain

Sultan Ageng Tirtayasa atau Pangeran Surya (Lahir di Kesultanan Banten, 1631 – meninggal di Batavia, Hindia Belanda, 1692 pada umur 60 – 61 tahun)[1] adalah Sultan Banten ke-6. Ia naik takhta pada usia 20 tahun menggantikan kakeknya, Sultan Abdul Mafakhir yang wafat pada tanggal 10 Maret 1651, setelah sebelumnya ia diangkat menjadi Sultan Muda dengan gelar Pangeran Adipati atau Pangeran Dipati, menggantikan ayahnya[2] yang wafat lebih dulu pada tahun 1650.[3]

maaf kalo salah

17. bentuk bentuk perlawanan sultan ageng tirtayasa

Ada beberapa alasan serta latar Belakang mengapa Sultan Ageng Tirtayasa melakukan perlawanan terhadap VOC, antara lain :

1.    Kezaliman kaum kolonialis dan imperialis di Nusantara yaitu Belanda.

2.    Keinginan Belanda menguasai Banten karena wilayah ini sangat strategis sebagai bandar perdagangan internasional.

3.    Adanya persaingan antara Belanda (VOC) dengan Banten dikarenakan VOC membangun bandar perdagangan juga di Batavia.

4.    Hasutan VOC terhadap Sultan Haji (putera Sultan Ageng) untuk merebut tahta kesultanan Banten.

5.    Perompakan atau pembajakan kapal milik Banten yang pulang dari Jawa Timur oleh kapal-kapal Belanda.

            Untuk membela tanah Banten dari penguasaan VOC, banyak berbagai bentuk perlawanan yang dilakukannya, antara lain :

1.    Melakukan serangan-serangan terhadap VOC.

2.    Mengundang para pedagang Eropa seperti Inggris, Perancis, Denmark, dan Portugis serta mengembangkan hubungan dagang dengan negara-negara Asia seperti Persia, Benggala, Siam, Tonkin, dan Cina guna memulihkan posisi Banten sebagai bandar perdagangan internasional sekaligus menandingi perkembangan VOC di Batavia.

3.    Sultan Ageng Tirtayasa mengirim beberapa pasukannya untuk mengganggu kapal-kapal dagang VOC

4.    Melakukan perusakan terhadap beberapa kebun tanaman tebu milik VOC guna memberi tekanan dan memperlemah kedudukan VOC.

5.    Mengobarkan semangat anti VOC.

6.    Tahun 1682 pasukan Sultan Ageng Tirtayasa mengepung istana Surosowan dan mendesak Sultan Haji yang berkomplotan dengan Belanda.

7.    Melakukan berbagai serangan-serangan dengan taktik gerilya.

            Pada akhirnya, perang Banten yang dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa ini tidak bisa dikatakan mengalami kekalahan, namun juga belum bisa dikatakan mendapat kemenangan atas VOC. Tahun 1683 Sultan Ageng Tirtayasa berhasil ditangkap oleh VOC dengan tipu muslihat. Sultan Ageng ditawan di Batavia sampai wafatnya pada tahun 1692. Walaupun beliau wafat, rakyat Banten masih belum putus asa dalam memperjuangkan tanahnya dari penjajahan VOC.

18. bentuk bentuk perlawanan sultan Ageng Tirtayasa​

Penjelasan:

Sanagt kejam dan sanagt berbahaya

Bentuk bentuk perlawana Sultan Ageng Tirtayasa dalam membela tanah Banten dari penguasaan VOC, antara lain :
1.    Melakukan serangan-serangan terhadap VOC.
2.    Mengundang para pedagang Eropa seperti Inggris, Perancis, Denmark, dan Portugis serta mengembangkan hubungan dagang dengan negara-negara Asia seperti Persia, Benggala, Siam, Tonkin, dan Cina guna memulihkan posisi Banten sebagai bandar perdagangan internasional sekaligus menandingi perkembangan VOC di Batavia.
3.    Sultan Ageng Tirtayasa mengirim beberapa pasukannya untuk mengganggu kapal-kapal dagang VOC
4.    Melakukan perusakan terhadap beberapa kebun tanaman tebu milik VOC guna memberi tekanan dan memperlemah kedudukan VOC.
5.    Mengobarkan semangat anti VOC.
6.    Tahun 1682 pasukan Sultan Ageng Tirtayasa mengepung istana Surosowan dan mendesak Sultan Haji yang berkomplotan dengan Belanda.
7.    Melakukan berbagai serangan-serangan dengan taktik gerilya.

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id – https://brainly.co.id/tugas/14208619#readmore

19. Apa saja bentuk-bentuk perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Belanda?

1.    Melakukan serangan-serangan terhadap VOC.

2.    Sultan Ageng Tirtayasa mengirim beberapa pasukannya untuk mengganggu kapal-kapal dagang VOC

3.Tahun 1682 pasukan Sultan Ageng Tirtayasa mengepung istana Surosowan dan mendesak Sultan Haji yang berkomplotan dengan Belanda

20. bentuk bentuk perlawanan sultan ageng tirtayasa

Sultan Ageng merupakan musuh VOC yang tangguh. Pihak VOC ingin mendapatkan monopoli lada di Banten. Pada tahun 1656 pecah perang. Banten menyerang daerah-daerah Batavia dan kapal-kapal VOC, sedangkan VOC memblokade pelabuhan. Pada tahun 1659 tercapai suatu penyelesaian damai. VOC menggunakan siasat devide et impera / memecah belah dengan memanfaatkan konflik  internal dalam keluarga Kerajaan Banten.

Sultan Ageng Tirta
yasa mengangkat putranya yang bergelar Sultan Haji (1682 – 1687) sebagai raja di Banten. Sultan Ageng dan Sultan Haji berlainan sifatnya. Sultan Ageng bersifat sangat keras dan anti-VOC sedang Sultan Haji lemah dan tunduk  pada VOC. Maka ketika Sultan Haji menjalin hubungan dengan VOC, Sultan Ageng menentang dan langsung menurunkan Sultan Haji dari tahtanya. Namun, Sultan Haji menolak untuk  turun  dari tahta kerajaan.

Untuk mendapatkan tahtanya kembali, Sultan Haji meminta bantuan pada VOC. Pada tanggal 27 Februari 1682 pasukan Sultan Ageng menyerbu Istana Surosowan di mana Sultan Haji bersemayam. Namun mengalami kegagalan karena persenjataan Sultan Haji yang dibantu VOC lebih lengkap. Oleh karena kekalahan ini maka diadakan Perjanjian Banten. Isi Perjanjian Banten (1683) antara lain:

Banten harus mengakui kekuasaan VOCSultan Haji diangkat sebagai sultan BantenBanten harus melepaskan pengaruhnya terhadap CirebonBanten tidak boleh berdagang lagi di MalukuHanya Belanda yang boleh mengekspor dan memasukkan kain ke wilayah Banten

Tahun 1683 Sultan Ageng berhasil ditangkap, dan Sultan Haji kembali menduduki tahta Banten. Meskipun Sultan Ageng telah ditangkap, perlawanan terus berlanjut di bawah pimpinan Ratu Bagus Boang dan Kyai Tapa.

Video Terkait

Bagikan: