Jenis Pajak Menurut Pihak Yang Menanggung Dibedakan Menjadi Dua Yaitu

Fatih.co.id

Jenis Pajak Menurut Pihak Yang Menanggung Dibedakan Menjadi Dua Yaitu
Jenis Pajak Menurut Pihak Yang Menanggung Dibedakan Menjadi Dua Yaitu

jenis pajak menurut pihak yang menanggung dibedakan menjadi dua, yaitu

Daftar Isi

1. jenis pajak menurut pihak yang menanggung dibedakan menjadi dua, yaitu

Menurut pihak yang menanggung pajak dibedakan menjadi dua:
1. Pajak langsung: pajak yang pembayarannya dilakukan sendiri oleh wajib pajak dan tidak bisa dialihkan.
2. Pajak tidak langsung: pajak yang pembayarannya bisa dialihkan ke pihak lain. Kategori : Perpajakan
Sub Kategori : Klasifikasi Pajak
Kelas : XI
Kata Kunci : Pajak
Pembahasan :
Berdasarkan Pihak yang menanggung, Pajak dibedakan Menjadi :
• Pajak Langsung → Pajak yang ditanggung Sendiri
• Pajak tidak Langsung → Pajak yang pembayarannya bisa dialihkan.

2. jenis pajak di indonesia di kelompokan menjadi 3 yaitu menurut pihak yg menanggung, sifat, dan menurut pihak yang memungut.jelaskan​

Jawaban:

Jenis pajak berdasarkan pihak yang menanggung:

1. Pajak Langsung

adalah pajak yang pembayarannya dimana harus ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat atau tidak bisa dialihkan kepada pihak lain.

Contoh pajak langsung adalah: PPh, PBB.

2. Pajak Tidak Langsung

adalah pajak yang pembayarannya dapat dialihkan kepada pihak lain.

Contoh : Pajak Penjualan, PPN/Pajak pertambahan nilai , PPn-BM/pajak penjualan atas barang mewah, Bea Materai(BM) dan Cukai.

Jenis pajak berdasarkan sifatnya:

1. Pajak Subjektif

adalah pajak yang memperhatikan kondisi keadaan sang wajib pajak itu sendiri . Dalam ini penentuan dalam besarnya pajak harus ada alasan objektif yang berhubungan erat dalam kemampuan membayar wajib pajak/sipembayar pajak .

Contoh : PPh/pajak pengahsilan .

2. Pajak Objektif

adalah pajak yang dinilai berdasarkan objektifitasnya dan tanpa diperhatikanya keadaan diri sang wajib pajak. Contoh : PPN/pajak pertmabahan nilai , PBB/pajak bumi dan bangunan , PPn-BM/pajak atas penjualan barang mewah.

Jenis pajak berdasarkan pihak yang memungut:

1. Pajak Negara

adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat.

Pajak pusat merupakan sumber penerimaan negara indonesia .

Contoh : PPh/pajak penghasilan, PPN/pajak pertambahan nilai , PPn dan Bea Materai/ pajak penjualan atas barang mewah .

2. Pajak Daerah

adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah. Pajak daerah merupakan salah satu sumber penerimaan pemerintahan daerah.

Contoh : Pajak tontonan, pajak reklame, PKB (Pajak Kendaraan Bermotor/PKB) PBB/pajak bumi dan bangunan, Iuran Kebersihan, Retribusi parkir, Retribusi galian pasir dan lainya.

Penjelasan:

Pajak adalah pungutan wajib dari rakyat untuk negara. Setiap sen uang pajak yang dibayarkan rakyat akan masuk dalam pos pendapatan negara dari sektor pajak. Penggunaannya untuk membiayai belanja pemerintah pusat maupun daerah demi kesejahteraan masyarakat.

Ciri-ciri Pajak1. Pajak Merupakan Kontribusi Wajib Warga Negara

Artinya setiap orang memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Namun hal tersebut hanya berlaku untuk warga negara yang sudah memenuhi syarat subjektif dan syarat objektif. Yaitu warga negara yang memiliki penghasilan melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

2. Pajak Bersifat Memaksa untuk Setiap Warga Negara

Jika seseorang sudah memenuhi syarat subjektif dan objektif, maka wajib untuk membayar pajak. Dalam undang-undang pajak sudah dijelaskan, jika seseorang dengan sengaja tidak membayar pajak yang seharusnya dibayarkan, maka ada ancaman sanksi administratif maupun hukuman secara pidana.

3. Warga Negara Tidak Mendapat Imbalan Langsung

Pajak berbeda dengan retribusi. Contoh retribusi: ketika mendapat manfaat parkir, maka harus membayar sejumlah uang, yaitu retribusi parkir, namun pajak tidak seperti itu. Pajak merupakan salah satu sarana pemerataan pendapatan warga negara.

4. Berdasarkan Undang-undang

Artinya pajak diatur dalam undang-undang negara. Ada beberapa undang-undang yang mengatur tentang mekanisme perhitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak.

Perspektif Pajak dari Sisi Ekonomi dan Hukum1. Pajak dari Perspektif Ekonomi

Hal ini bisa dinilai dari beralihnya sumber daya dari sektor privat (warga negara) kepada sektor publik (masyarakat). Hal ini memberikan gambaran bahwa pajak menyebabkan 2 situasi menjadi berubah, yaitu:

Berkurangnya kemampuan individu dalam menguasai sumber daya untuk kepentingan penguasaan barang dan jasaBertambahnya kemampuan keuangan negara dalam penyediaan barang dan jasa publik yang merupakan kebutuhan masyarakat.2. Pajak dari Perspektif Hukum

Perspektif ini terjadi akibat adanya suatu ikatan yang timbul karena undang-undang yang menyebabkan timbulnya kewajiban warga negara untuk menyetorkan sejumlah dana tertentu kepada negara. Di mana negara mempunyai kekuatan untuk memaksa dan pajak tersebut dipergunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan.

Pelajari Lebih Lanjut

# Dampak Positif dan Negatif dari adanya Pajak.

brainly.co.id/tugas/27862358brainly.co.id/tugas/22449096brainly.co.id/tugas/10618555Detail JawabanMapel = EkonomiKelas = 11Bab = Bab 7 Perpajakan dalam Pembangunan EkonomiKode kategorisasi = 11.12.7

Kata kunci = Perpajakan

3. Jenis pajak menurut pihak yang menanggungdibedakan menjadi dua, yaitu ….a. pajak langsung dan tak tak langsungb. pajak pusat dan daerahc. pajak subjektif dan objektifd. pajak penghasilan dan pajak pertambahannilaie. pajak perorangan dan badan hukum​

Kayaknya D. Maaf kalau salah ya semoga membantu

4. Jelaskan jenis – jenis pajak berdasarkan pihak yang menanggungnya ! *

Jawaban:

Jenis pajak menurut golongannyaPengelompokan jenis pajak menurut golongan dibagi menjadi dua yaitu pajak langsung dan pajak tidak langsung, berikut penjelasannya :

Pajak Langsung

Jenis pajak langsung adalah pajak yang bebannya harus ditanggung sendiri oleh wajib pajak yang bersangkutan dan tidak dapat dialihkan kepada pihak lain. Dengan kata lain, pajak langsung harus dibayar sendiri oleh wajib pajak bersangkutan. Pajak langsung biasanya melekat pada orang pribadi si wajib pajak, sehingga hak dan kewajibannya tidak dapat dialihkan ke pihak lain. Pajak yang termasuk dalam pajak langsung di antaranya adalah pajak:

Pajak penghasilan (PPh).

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Pajak Kendaraan Bermotor.

Pajak tidak langsung

Jenis ajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan atau digeser kepada pihak lain. Dengan kata lain, pembayarannya dapat diwakilkan kepada pihak lain. Pajak tidak langsung tidak memiliki surat ketetapan pajak, sehingga pengenaannya tidak dilakukan secara berkala melainkan dikaitkan dengan tindakan perbuatan atas kejadian.

Ada tiga unsur untuk mengenali pajak tidak langsung:

Penanggung jawab pajak yaitu orang yang secara formal yuridis diharuskan melunasi pajak, bila padanya terdapat faktor at
au kejadian yang menimbulkan sebab untuk dikenakan pajak.

Penanggung pajak yaitu orang yang dalam faktanya memikul beban pajak.

Pemikul beban pajak, yakni orang yang menurut maksud pembuat undang-undang harus memikul beban pajak.

Pajak yang termasuk pajak tidak langsung di antaranya:

Pajak Pertambahan Nilai (PPN).Pajak bea masuk.Pajak ekspor.

5. jelaskan jenis pajak dilihat dari pihak yang menanggungnya

-pajak langsung : pembayaran hrs ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tdk dapat dialihkan kepadah pihak lain.cth: pajak penghasilan, pbb

-pajak tdk langsung: pembayarannya dpt dialihkan kepihak lain. Cth: pajak penjualan, pajak penjuakan barang mewah, paja pertambahan nilai

6. Orang atau badan yang menurut Undang_Undang di bebani pajak /pihak yang harus menanggung beban pajak di sebut

Jawaban:

Orang atau badan yg secara undang2 dibebankan pajak disebut wajib pajak

Penjelasan:

maaf kalo slah di follow ya

7. Pajak adalah iuran wajib dari masyarakat untuk negara adanya unsur paksa berdasarkan undang undang dan tidak mendapatkan timbal balik secara langsung guna untuk kesejahteraan masyarakat, berdasrkan pihak yang menanggung . pajak dapat dibedakan menjadi 2 ( Dua ) 1 Inderect tax dan

Jawaban:

Inderect taxDirect Tax

8. Pajak yang dipikul sendiri oleh Wajib Pajak yang bersangkutan dan tidak dilimpahkan kepada orang lain dan dipungut secara berulang pada waktu tertentu.Berdasarkan pihak yang menanggungnya, hal ini merupakan jenis pajak…. *

Jawaban:

Penjelasan:

Pajak langsung adalah pajak yang bebannya harus ditanggung sendiri oleh wajib pajak yang bersangkutan dan tidak dapat dialihkan kepada pihak lain. Dengan kata lain, pajak langsung harus dibayar sendiri oleh wajib pajak bersangkutan.

9. PPh,PBB,PKB, ditinjau dari pihak yang menanggung beban pajak termasuk pajak?

 Pajak langsung
contohnya = PPh,PBB,PKB

10. orang atau badan yg menurut undang -undang dibebani pajak/pihak yg harus menanggung beban pajak yaitu

Orang atau badan yg secara undang2 dibebankan pajak disebut wajib pajak

11. Jelaskan jenis pajak dilihat dari pihak yanf menanggungnya!

Berdasarkan pihak yang menanggung, ada 2 macam pajak :
a. Pajak langsung, misalnya Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Bumi Bangunam (PBB).
b. Pajak tidak langsung,; misalnya Pajak Penjualan (PPn) , Pajak Pertambahan Nilai (PPN) , Bea Impor , Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn-BM).

Berdasarkan pihak yang menanggung , ada dua macam pajak :
A. Pajak langsung , misalnya pajak penghasilan ( pph ) , pajak bumi bangunan ( PBB )
B. Pajak tidak langsung , misalnya pajak penjualan ( PPN ) , pajak penambahan nilai (PPN) , Bea impor , pajak penjualan barang mewah ( PPn-BM )

12. Pajak yang dipikul sendiri oleh Wajib Pajak yang bersangkutan dan tidak dilimpahkan kepada orang lain dan dipungut secara berulang pada waktu tertentu.Berdasarkan pihak yang menanggungnya, hal ini merupakan jenis pajak…. *

Jawaban:

Pajak Langsung

Penjelasan:

Pajak Langsung dan Tidak Langsung, Apa Pengertian dan Perbedaannya?

semoga bermanfaat

maaf jika salah

13. Jika sudah terjadi kesepakatan menanggung sesuatu, maka pihak yang berkewajiban menanggung disebut . . . .

pihak yg berkewajiban menanggung di sebut kafil

14. Apa saja jenis jenis pajak berdasarkan pihak yang menanggung ?

A.Jenis pajak berdasarkan pihak yang menanggung: 

1.Pajak Langsung adalah pajak yang pembayarannya dimana harus ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat atau tidak bisa dialihkan kepada pihak lain.
    Contoh pajak langsung adalah  : PPh, PBB.
2. Pajak Tidak Langsung, adalah pajak yang     pembayarannya dapat dialihkan kepada pihak lain.
    Contoh : Pajak Penjualan, PPN/.pajak pertambahan nilai , PPn-BM/pajak penjualan atas barang mewah , BeaMaterai(BM) dan Cukai. contoh pajak PHH DAN PBB

15. 2. jelaskan jenis pajak dilihat dari pihak yang menanggungnya! 3.Sebutkan unsur-unsur pajak! 4.Jelaskan perbedaan antara pajak dan restribusi! 5.Jelaskan yang dimaksud dengan tarif pajak!Bagaimana ketentuanny?

2. Berdasarkan pihak yang menanggung, ada 2 macam pajak :
a. Pajak langsung, misalnya Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Bumi Bangunam (PBB).
b. Pajak tidak langsung,; misalnya Pajak Penjualan (PPn) , Pajak Pertambahan Nilai (PPN) , Bea Impor , Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn-BM).

3. Unsur unsur pajak ,yaitu :

a. Subjek pajak ,
b. Wajib pajak,
c. Objek pajak,
d. Tarif Pajak.

4. * Pajak adalah iuran yang harus dibayar oleh wajib pajak (masyarakat) kepada negara(pemerintah) berdasarkan undang undang dan tidak memperoleh balas jasa secara langsung.
* Retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan / diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau umum.
Pajak daerah dan Retribusi daerah diatur dalam undang undang no.18 tahun 1997 diubah dengan undang undang no.34 tahun 2000.

16. Apa jenis jenis pajak berdasarkan pihak yang menanggung ?Tolong di jawab ya 😀

berdasarkan pihak yg menanggung:
1.pajak langsung,misalnya pajak penghasilan(PPh),pajak bumi bangunan(PBB).
2.pajak tidak langsung,misalnya pajak penjualan(PPn),pajak pertambahan nilai(PPN),bea materai,cukai,pajak penjualan barang mewah(PPn-BM).

17. sebutkan nama jenis pajak, contohnya (1), perbedaannya, persamaannya (pihak yang menanggung, pihak yang memungut, sifatnya dan objeknya)​

Jawaban:

Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Bea Meterai, Pajak Bumi dan Bangunan dan Pajak Daerah

Penjelasan:

1.
Pajak Penghasilan (PPh)

PPh merupakan pajak yang dibebankan kepada orang pribadi atau badan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam suatu Tahun Pajak. Penghasilan diartikan sebagai tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri yang dapat digunakan untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun.

2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

PPN merupakan pajak yang dibebankan atas pembelian Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak dalam Daerah Pabean. Orang Pribadi, perusahaan, maupun pemerintah yang membeli Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak akan dikenakan PPN berdasarkan Undang- Undang yang berlaku.

3. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Pembelian atas Barang Kena Pajak tertentu yang bersifat mewah akan dikenakan PPN dan PPnBM. Adapun barang-barang yang tergolong mewah adalah sebagai berikut.

Bukan merupakan barang kebutuhan pokok.

Barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat tertentu.

Pada umumnya barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi.

Barang tersebut dikonsumsi untuk menunjukkan status.

Apabila dikonsumsi dapat merusak kesehatan dan moral masyarakat, serta mengganggu ketertiban masyarakat.

4. Bea Meterai (BM)

Pajak Bea Meterai yang dimaksuda adalah pajak yang dibebankan atas pemanfaatan dokumen, seperti surat perjanjian, akta notaris, serta kwitansi pembayaran, surat berharga dan efek, yang memuat jumlah uang atau nominal diatas jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan.

5. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak Bumi dan Bangunan yang dimaksud adalah pajak yang dikenakan atas kepemilikan, pemanfaatan dan atau penguasaan atas tanah dan atau bangunan. Objek Pajak Bumi dan Bangunan adalah bumi dan atau bangunan, di mana pengertian bumi dan atau bangunan dijelaskan sebagai berikut.

“Bumi adalah permukaan bumi yang meliputi tanah dan perairan pedalaman serta laut wilayah Indonesia, dan tubuh bumi yang ada di bawahnya. Sedangkan bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan atau perairan“.

Sektor pajak PBB dikategorikan dalam 5 kelompok diantaranya Sektor Pedesaan, Perkotaan, Perkebunan, Pertambangan dan Perhutanan. Namun, ada perubahan pada kategori sektor tersebut, berdasarkan Undang-Undang No. 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) mulai 1 Januari 2014, PBB Perdesaan dan Perkotaan (Sektor P2) telah masuk ke dalam kategori Pajak Daerah. Sedangkan untuk PBB Perkebunan, Perhutanan, Pertambangan (Sektor P3) masih tetap merupakan Pajak Pusat.

6. Pajak Daerah & Jenis-Jenisnya

Sementara itu, Pajak Daerah merupakan pajak-pajak yang dikelola oleh Pemerintah Daerah baik pada tingkat Provinsi maupun Kabupaten atau Kota yang diadministrasikan oleh Dinas atau Badan Pendapatan Daerah. Setiap daerah biasanya memiliki nama yang berbeda-beda atas Dinas atau Badan Pendapatan Daerah tersebut. Berikut jenis-jenis pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah.

18. jelaskan jenis pajak dilihat dari pihak yang menanggungkan!

pajak penjual
pajak penghasilan
pajak pembeli
pajak kendaraanpajak yang berharga tidak dapat berkomposisi dengan ada nya harga yang cukup mahal…

19. jenis jenis pajak berdasarkan pihak yang menanggung

1. Pajak langsung: yang pembayarannya ditanggung sendiri.
2. Pajak tak langsung: yang pembayarannya dapat dialihkan ke pihak lain.

Semoga membantu

20. Jabarkan jenis jenis pajak berdasarkan pihak yang menanggung, pihak yang memungut, dan sifat

Jenis pajak berdasarkan pihak yang menanggung: 

1.Pajak Langsung adalah pajak yang pembayarannya dimana harus ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat atau tidak bisa dialihkan kepada pihak lain.
    Contoh pajak langsung adalah  : PPh, PBB.
2. Pajak Tidak Langsung, adalah pajak yang     pembayarannya dapat dialihkan kepada pihak lain.
    Contoh : Pajak Penjualan, PPN/.pajak pertambahan nilai , PPn-BM/pajak penjualan atas barang mewah , BeaMaterai(BM) dan Cukai. 

B. Jenis pajak berdasarkan pihak yang memungut: 

1.Pajak Negara , adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat.
    Pajak pusat merupakan sumber penerimaan negara indonesia . 
    Contoh : PPh/pejak penghasilan ,PPN/pajak pertambahan nilai , PPn dan Bea Materai/ pajakpenjualan atas barang mewah  .  

2.Pajak Daerah, adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah. 

Pajak daerah merupakan salah satu sumber     penerimaan pemerintahan daerah. 

Contoh : Pajak tontonan, pajak reklame, PKB (Pajak  Kendaraan Bermotor/PKB) PBB/pajak bumi dan

bangunan,Iuran kebersihan,, Retribusi parkir, Retribusi  galian pasir dan lainya .

 C. Jenis pajak berdasarkan sifatnya: 

1. Pajak Subjektif, adalah pajak yang memperhatikan kondisi  keadaan sang wajib pajak itu sendiri . Dalam ini penentuan dalam besarnya pajak harus ada alasan objektif yang berhubungan erat dalam kemampuan membayar wajib pajak/sipembayar pajak .
  Contoh : PPh/pajak pengahsilan .
2. Pajak Objektif, adalah pajak yang dinilai  berdasarkan  objektifitasnya dan tanpa diperhatikanya  keadaan diri sang wajib pajak. Contoh : PPN/pajak pertmabahan nilai , PBB/pajak bumi dan bangunan , PPn-BM/pajak atas penjualan barang mewah .

Video Terkait

Bagikan: