Perbedaan Negara Demokrasi Dan Negara Otoriter

Fatih.co.id

Perbedaan Negara Demokrasi Dan Negara Otoriter

contoh perbedaan negara demokrasi dan otoriter? bukan hanya perbedaan tetapi dengan negara dan contoh sistem pemerintahannya..apakah itu demokrasi atau otoriter..​

1. contoh perbedaan negara demokrasi dan otoriter? bukan hanya perbedaan tetapi dengan negara dan contoh sistem pemerintahannya..apakah itu demokrasi atau otoriter..​

Jawaban:

Penjelasan:

Sistem politik otoriter yaitu sistem politik yang memegang kekuasaan beberapa orang atau sekelompok orang, kekuasaan sangat luas tak terbatas meliputi seluruh kehidupan negara, dan tidak perlu atau tidak ada mekanisme pertanggung jawaban pemerintah.

Sistem politik demokrasi yaitu sistem politik yang memegang kekuasaan banyak orang, berdasarkan kehendak rakyat, kekuasaannya terbatas dan bertanggung jawab kepada rakyat. Dengan kata lain, demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Prinsip-Prinsip Sistem Politik

Sistem Politik Otoriter :Pemusatan kekuasaan pada satu atau sekelompok orang.Pemerintahan tidak berdasarkan konstitusionalNegara berdasarkan kekuasaanPembentukan pemerintahan tidak berdasar musyawarah, tetapi melalui dekritPemilu tidak demokratis. pemilu dijalankan hanya untuk memperkuat keabsahan penguasa atau pemerintah negaraSistem satu partai politik atau ada beberapa parpol tapi hanya ada satu porpol yang memonopoli kekuasaanMenejemen pemerintahan tertutupTidak ada perlindungan HAM , hak monoritas ditindasPers tidak bebas dan sa
ngat dibatasiBadan peradilan tidak bebas dan bisa diintervensi oleh penguasa

Sistem Politik DemokrasiAdanya pembagian kekuasaanPemerintahan konstitusional atau berdasarkan hukumPemerintahan mayoritasPemilu bebas atau demokratisParpol lebih dari satuManagemen terbukaPers bebasPerlindungan terhadap HAM dan adanya jaminan Hak minoritasPeradilan bebas tidak memihakPenempatan pejabat pemerintahan dengan Merit sistemKebiaksanaan pemerintah dibuat badan perwakilan politik tanpa paksaanKonstitusi atau UUD yang demokratis.Penyelesain masalah secara damai melalui musyawarah atau perundingan 

Analisa

Sistem politik baik sistem politik otoriter maupun sistem politik demokrasi, memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Menurut pendapat saya, sistem politik demokrasi lebih baik daripada sistem politik otoriter. Ada beberapa alasan yang membuat saya lebih memilih sistem politik demokrasi dibandingkan sistem politik otoriter.

Pertama, demokrasi meningkatkan kebebasan untuk menentukan nasib sendiri, baik dalam konteks individu maupun kelompok. Kedua, demokrasi meningkatkan pengembangan manusia dalam hal pemilikan otonomi moral dan pertanggung jawaban terhadap yang diambil. Ketiga, demokrasi merupakan cara paling pasti yang digunakan manusia untuk melindungi dan memajukan kepentingan dan kebaikan yang secara bersama dimiliki dengan orang lain.

Demokrasi memang sesuatu yang berat, bahkan mungkin merupakan bentuk pemerintahan yang paling rumit dan sulit. Banyak ketegangan dan pertentangan, karena demokrasi mensyaratkan kemauan dan ketekunan para penyelenggaranya agar bisa berhasil. Demokrasi diperlukan pengorbanan berbagai pihak karena demokrasi dirancang untuk penyelenggaraan pemerintahan yang bertanggung jawab . Pemerintahan demokratis memerlukan waktu dan proses untuk dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga negara. Berbeda dengan pemerintahan diktator yang dapat mengambil keputusan dan bertindak secara cepat. Namun di dalam system politik demokrasi, rakyat mempunyai akses untuk menentukan siapa yang sepatutnya memerintah mereka, apa yang dilakukan serta menilai keberhasilannya dan kegagalannya.

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id – https://brainly.co.id/tugas/1183807#readmore

2. contoh perbedaan negara demokrasi dan otoriter? bukan hanya perbedaan tetapi dengan negara dan contoh sistem pemerintahannya..apakah itu demokrasi atau otoriter..

Alinea I : terkandung motivasi, dasar, dan pembenaran perjuangan (kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan). 

3. Perbedaan-perbedaan negara demokrasi dengan negara otoriter

Jawaban:

Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang dijalankan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. … Kekuasaan otoriter bertolak belakang dengan sistem demokrasi, jika demokrasi lebih menekankan pada kekuasaan rakyat, kekuasaan otoriter merupakan kekuasaan yang terpusat dan tidak melihat kebebasan individu lainnya.

Jawaban:

Secra umum pengertian demokrasi adalah negara yang bentuk pemerintahan atau sistem pemerintahan dengan mewujudkan kedaulatan rakyat. Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang dijalankan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Artinya kekuasaan tertinggi di negara demokrasi ada di tangan rakyat.

Sementara negara Otoriter merupakan negara yang bentuk kekuasaannya bersifat terpusat.

Kekuasaan otoriter berkebalikan dengan sistem demokrasi, karena kekuasaan otoriter merupakan kekuasaan yang terpusat dan tidak melihat kebebasan individu lainnya. Semua keputusan dan kebijakan dibuat oleh pihak penguasa.

Penjelasan:

#semogamembantu

#jadikanjawabantercedasya

4. perbedaan negara demokrasi dan negara otoriter​

Penjelasan:

maaf kalau salah kak. 🙂

5. apa perbedaan negara demokrasi dan negara otoriter

Dari berbagai perbedaan antara sistem pemerintahan demokrasi dan sistem pemerintahan otoriter dapat disimpulkan bahwa negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi lebih menghargai dan mengakui adanya hak asasi manusia dan kebebasan individu sedangkan negara yang menganut sistem pemerintahan otoriter cenderung tidak menghargai hak asasi manusia dan kebebasan individu bahkan tidak mengakui adanya hak asasi manusia di negaranya. – http://www.academia.edu/6698210/Perbedaan_ham_dan_kekuasaan_di_negara_demokrasi_dan_negara_otoriter

6. perbedaan negara otoriter dengan negara demokrasi

negara otoriter  , segala bentuk kebijakan ditentukan dan ditetapkan oleh pemerintah yang bersangkutan , tanpa adanya pertimbangan terhadap rakyat  , sedangkan negara demokrasi  , kekuasaan berada ditangan rakyat sehingga pemerintah dalam menentukan setiap kebijakan  , harus mereview kembali , apakah sudah sesuai dengan kehendak atau disetujui oleh rakyatnya , melalui badan perwakilan rakyat yang ada,,

7. perbedaan negara demokrasi dan negara otoriter

Negara demokrasi adalah negara yang mengutamakn kepentingan rakyat atau pemerintahannya di tentukan oleh rakyat. Sedangkan negara otoriter kebalikannya. (MaybeNegara Demokrasi ialah Negara yang mengedepankan prinsip berdemokrasi di negaranya, Negara Demokrasi ini menyelesaikan segala permasalahan negara dengan Musyawarah dan Mufakat serta mengikutsertakan rakyatnya untuk mencari solusi didalam menyelesaikan masalah tersebut. Sedangkan Negara Otoriter merupakan negara yang mengedepankan prinsip keputusan pemimpin negara, Negara Otoriter ini menyelesaikan segala sesuatu atas keputusan dari pemimpin negaranya tersebut, Negara Otoriter tidak membolehkan rakyatnya untuk turut serta dalam urusan negara. 

8. apa perbedaan antara negara demokrasi dan negara otoriter​

Penjelasan:

Negara Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi—baik secara langsung atau melalui perwakilan—dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.

Negara otoriter biasa disebut juga sebagai paham politik otoriter, yaitu bentuk pemerintahan yang bercirikan penekanan kekuasaan hanya pada negara atau pribadi tertentu, tanpa melihat derajat kebebasan
individu.

Jawaban:

1. Pemilihan Kepala Negara

2. Lama Periode Kepala Negara

3. Kebebasan Pers dan Media

4. Kekuasaan Tertinggi

5. Fungsi Hukum

Penjelasan:

1. Pemilihan Kepala Negara

Pada negara demokrasi, pemilihan kepala negara dilakukan lewat metode pemilihan umum atau pemilu secara demokratis oleh warga, dengan syarat suara terbanyak atau mayoritas yang terpilih.

Sedangkan, kalo

Pada negara otoriter, pemilihan umum gak dijalankan secara demokratis.

Pemilu cuma dijalankan sebagai formalitas buat melanjutkan keabsahan penguasa atau pemerintahan yang udah ada, bahkan terkadang gak dilakukan pemilu sama sekali.

2. Lama Periode Kepala Negara

Pada negara demokrasi, lama periode kepala negara atau presiden dibatasi secara teratur, umumnya sekitar 4 sampai 5 tahun aja.

Di Indonesia, masa jabatan presiden selaku kepala negara cuma 5 tahun aja, dan cuma bisa terpilih dalam 2 periode aja.

Sedangkan,

Pada negara otoriter, gak ada batasan terkait kepemimpinan penguasa negara.

Gak ada pergantian pimpinan negara karena penguasa atau diktator gak mau melepas jabatannya, jadi berlangsung sampai batas waktu yang gak bisa ditentukan.

3. Kebebasan Pers dan Media

Di negara demokrasi, ada kebebasan pers dan media. Pers dan jurnalis bebas memberitakan pengelolaan negara oleh pemerintah.

Sementara itu,

Di negara otoriter, gak ada kebebasan pers. Pemerintahan berjalan tertutup dan gak bisa diberitakan oleh pers.

4. Kekuasaan Tertinggi

Kekuasaan tertinggi di negara demokrasi ada di tangan rakyat.

Hal ini sesuai dengan pengertian demokrasi yang didefinisikan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kedaulatan rakyat jadi pemegang kekuasaan tertinggi di negara demokrasi.

Sedangkan, kalo

Kekuasaan tertinggi di negara otoriter, yaitu di pihak penguasa.

Pemerintahan memegang kendali penuh pada semua aset dan sumber daya di seluruh negeri. Kekuasaan pemerintah atau penguasa gak ada batasnya di negara tersebut.

5. Fungsi Hukum

Di negara demokrasi, fungsi hukum penting sebagai instrumen pelaksana kehendak rakyat, jadi semua warga bertindak sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, kalo

Di negara otoriter fungsi hukum dipakai sebagai legitimasi program penguasa. Hukum dipakai secara sewenang-wenang dan sepihak demi kepentingan pihak penguasa.

9. Apa perbedaan negara demokrasi dan negara otoriter

negara demokrasi=negara yang kekuasaan tertinggi nya berada ditangan rakyat
sedangkan
negara otoriter???? maaf saya nggak tau
maaf banget yaaaa

10. Perbedaan negara demokrasi dan negara otoriter

negara demokrasi : bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak yang setara, sedangkan
negara otoriter : bentuk pemerintahan yang menekan kekuasaan hanya pada negara / pribadi tertentu , tanpa melihat derajat kebebasan individu
negara demokrasi berpusat pada rakyat,sedangkan negara otoriter berpusat pada pemerintahan dan bersifat memaksa

11. perbedaan negara demokrasi dan negara otoriter

negara demokrasi adalah negara yang mementingkan hasil suatu musyawarah yang akan dilakukan bersama
negara otoriter adalah negara yang kekuasaan penuhnya terdapat pada seseorang yang paling berkuasa

semoga membantu coegdemokrasi
1.kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat
2.tidak memandang status
3.lebih memajukan/mengembangkan organisasi dan kelompok yang positif
otoriter
1.kekuasaan tertinggi di tangan pemimpin
2.bersifat individual
3.mengutamakan hak pribadi

12. Perbedaan negara demokrasi dengan negara otoriter adalah ?

Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang dijalankan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. … Kekuasaan otoriter bertolak belakang dengan sistem demokrasi, jika demokrasi lebih menekankan pada kekuasaan rakyat, kekuasaan otoriter merupakan kekuasaan yang terpusat dan tidak melihat kebebasan individu lainnya.

maafkalosalah!!

13. bagaimana perbedaan antara negara demokrasi dengan negara otoriter?

Penjelasan:

perbedaannya adalah,klau negara demokrasi,kedaulatan tertinggi berada ditangan rakyat.dan sesuai dengan pengertian demokrasi yaitu dari rakyat,untuk rakyat dan oleh rakyat maka rakyat berperan penting dalam pemegangan kedaulatan..

sedangkan negara otoriter,kedaulatan dan pemegangan kekuasaan berada di tangan pemimpin,pemimpin yang memegang kekuasaan dan semuanya di tentukan dari seorang pemimpin

14. Perbedaan antara negara demokrasi dengan negara otoriter adalah ?

Jawaban:

Kalau negara demokrasi merupakan negara dengan bentuk pemerintahan dengan mengutamakan kedaulatan rakyat.

Sedangkan otoriter merupakan negara yang bentuk pemerintahannya secara terpusat (tidak memberikan kebebasan pada rakyatnya).

[tex]hope \: this \: help \: [/tex]

😉

15. perbedaan negara demokrasi dan negara otoriter​

Penjelasan:

Perbedaan Dalam Penyampaian Pendapat

Kebebasan Negara Demokrasi Dalam Menampung Aspirasi Rakyat : kebebasan rakyat dalam demokrasi tidak terbatas. Dalam konteks kehidupan bernegara rakyat bisa menyampaikan pendapat secara langsung melalui demonstrasi. Atau melalui cara tidak langsung dengan menampung aspirasi kepada wakil rakyat menjabat. Dalam kehidupan negara demokrasi aspirasi rakyat sangat terbuka untuk disuarakan. Pemerintahan menghormati rakyat sebagai pemegang pemerintahan tertinggi. Seperti pada penjabaran kata dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat.

Penyampaian Pendapat Yang Dibatasi Dalam Sistem Otoriter : kebebasan rakyat dalam berpendapat menjadi sangat terbatas di negara otoriter. Pemegang kekuasaan tertinggi di negara dengan sistem pemerintahan ini bukan lagi rakyat, melainkan pemerintah. Sehingga aspirasi rakyat menjadi sangat terbatas untuk disuarakan.Terlebih pendapat yang bertentangan dengan kebijakan publik yang dibuat

pemerintahan

16. Apa perbedaan negara demokrasi dengan negara otoriter

Negara demokrasi adalah negara yang berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat Negara otoriter adalah negara yang pemimpinnya bersifat absolutperbedaannya dalam •pemimpin negara. dlm negara demokrasi pemimpin negara dilakukan pergantian scr teratur sesuai ketentuan negara. sdngkan negara otoriter, pergantian pemimpin ngra scra berkala tdk berlaku, pemimpin ngra atau diktator memiliki kekuasaan penuh terhdap negara.

17. apa bedanya negara demokrasi dan negara otoriter ?

Indikator Pembeda Negara Demokrasi Dengan Negara Otoriter Pemimpin Negara Dalam negara demokrasi, pemimpin negara dilakukan pergantian secara te
ratur sesuai ketentuan negara. Sedangkan negara otoriter, pergantian pemimpin negara secara berkala tidak berlaku, pemimpin negara atau diktator memiliki kekuasaan penuh terhadap negara. Pembagian Kekuasaan Negara demokrasi mengedepankan adanya pembagian kekuasaan (eksekutif, legislatif, dan yudkatif) sedangkan negara otoriter mengedepankan pemusatan kekuasaan Fungsi dan Jumlah Partai Politik Pada negara demokrasi terdapat lebih dari satu partai politik, fungsi partai politik sebagai sarana komunikasi timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat. Sedangkan negara otoriter biasanya hanya satu partai atau beberapa tapi tetap satu yang memonopoli jalannya kekuasaan, fungsi partai politik lebih ke pendoktrinan pemerintah kepada masyarakat.
Peran Partai Politik Negara demokrasi memiliki partai politik yang berperan sebagai penghubung mata rantai budaya politik dari generasi sebelum ke generasi selanjutnya. Sedangkan pada negara otoriter mengedepankan sosialisasi pola pikir yang ditentukan oleh partai Perlindungan Ham Negara domokrasi menganut adanya perlindungan HAM kepada setiap anggota masyarakatnya, sedangkan pada negara otoriter tidak diberlakukan adanya perlindungan HAM sehingga kerap kali terjadi pelanggaran HAM. Kebebasan Pers Pengelolaan negara dan pemerintahan terbuka dan disampaikan kepada publik melalui pers pada negara demokrasi. Sedangkan negara otoriter pemerintahan lebih tertutup dan tidak diketahui publik. Hukum, Konstitusi dan Peradilan Pemerintahan negara demokrasi berdasarkan kostitusional atau hukum, sedangkan negara otoriter tidak berdasarkan konstitusi dan hukum lebih bertujuan untuk mementingkan visi politik penguasa. Fungsi Hukum Pada negara demokrasi hukum berfungsi sebagai instrumen pelaksana kehendak rakyat, sedangkan pada negara otoriter hukum sebagai legitimasi program penguasa. Penyelesaian Masalah Penyelesaian masalah pada negara otoriter dilakukan dengan jalan musyawarah sedangkan pada negara otoriter penyelesaian masalah ditentukan oleh pemerintah atau penguasa.

18. Apa perbedaan antara negara demokrasi dengan negara otoriter?

Negara Demokrasi   1 Penyelenggaraan pergantian pimpinan negara ( Presiden / Perdana Menteri) secara teratur (di Indonesia setiap 5 tahun sekali).

  2 Mengakui serta menganggap wajar adanya keanekaragaman.

  3 Partai politik memiliki fungsi sebagai sarana komunikasi timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat

  4 Negara menjamin terhadap perlindungan HAM dan adanya jaminan hak minoritas   5 Pers (jurnalis) mendapat kebebasan untuk memberitakan pengelolaan Negara oleh pemerintah

6 Hukum memenuhi kebutuhan kepentingan individu dan masyarakat

7 Pemerintahan konstitusional atau berdasarkan hukum.

  8 Pemerintahan mayoritas (dipiih oleh suara terbanyak / pemilihan umum) secara demokratis.

  9 Terdapat lebih dari satu partai politik.

  10 Penyelesaian masalah diselesaikan secara damai melalui musyawarah atau perundingan.

  11 Badan peradilan bekerja dengan bebas sesuai hokum dan tidak bisa diintervensi oleh siapa pun.

  12 Proses pembuatan hukum partisipatif

  13 Sistem politik Negara demokrasi berlandaskan pada keputusan rakyat dalam mengambil keputusan melalui perwakilan rakyat.

  14 Adanya pembagian kekuasaan.

  15 Fungsi hukum sebagai instrumen pelaksana kehendak rakyat.

  16 Partai politik berperan sebagai alat untuk mensosialisasikan budaya politik negara dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Negara Otoriter  Tidak ada pergantian pimpinan negara karena sang penguasa (diktator) tidak mau melepas jabatannya.

  Menentang adanya keaneka-ragaman / perbedaan, dan jika ada yang berbeda sikap dengan penguasa, orang tersebut akan ditumpas.

  Partai politik lebih menge-depankan fungsi sebagai sarana pendoktrinan pemerintah kepada masyarakat.

  Tidak adanya perlindungan HAM, sehingga terjadi banyak pelanggaran HAM tapi kasusnya ditutup-tutupi.

Manajemen pemerintahan tertutup, sehingga tidak diketahui oleh publik Hukum untuk memenuhi visi politik penguasa Pemerintahan tidak berdasarkan konstitusional.

  Pemilu tidak demokratis

. Pemilu dijalankan hanya untuk memperkuat keabsahan penguasa atau pemerintah Negara.

Sistem satu partai politik atau beberapa partai politik tapi hanya ada satu partai yangmemonopoli kekuasaan.

  Penyelesaian masalah diputuskan oleh penguasa / pemimpin secara sepihak. Badan peradilan tidak bebas dan bisa diintervensi oleh penguasa.

Proses pembuatan huku tidak partisipatif Sistem politik Negara otoriter hanya berlandaskan pada keputusan penguasa tanpa memperhatikan aspirasi rakyat. Pemusatan kekuasaan pada satu orang atau sekelompok orang.

  Fungsi hukum sebagai legitimasi progam penguasa.

  Partai politik lebih mengedepankan sosialisasi budaya dan pola piker yang ditentukan oleh partai.

   Kata demokrasi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos /cratein yang berarti pemerintahan. Jadi, dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. Dan Indonesia adalah salah satu Negara penganut sistem demokrasi (walau akhir-akhir ini mengalami kemunduran). Dan ada juga Negara yang pemerintahannya tidak berdasarkan aspirasi rakyat, melainkan dari keinginan penguasanya yang mementingkan kepentingan pribadi. Sebagai contoh, Husni Mubarak (Mesir), Muammar Khadafi  (Libya),Saddam Husein (Irak). Mereka semua adalah diktator yang memimpin Negaranya dengan penuh kekejaman dan seenaknya sendiri. Negara yang dipimpin oran-orang macam ini bisa disebut Negara otoriter. Lalu, apa kamu tahu perbedaan antara negara demokrasi dengan Negara otoriter? Saya sudah menyajikannya lengkap dalam table dibawah ini…

No

Negara Demokrasi

Negara Otoriter

1

Penyelenggaraan pergantian pimpinan negara ( Presiden / Perdana Menteri) secara teratur (di Indonesia setiap 5 tahun sekali).

Tidak ada pergantian pimpinan negara karena sang penguasa (diktator) tidak mau melepas jabatannya.

2

Mengakui serta menganggap wajar adanya keanekaragaman.

Menentang adanya keaneka-ragaman / perbedaan, dan jika ada yang berbeda sikap dengan penguasa, orang tersebut akan ditumpas.

3

Partai politik memiliki fungsi sebagai sarana komunikasi timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat

Partai politik lebih menge-depankan fungsi sebagai sarana pendoktrinan pemerintah kepada masyarakat.

4

Negara menjamin terhadap perlindungan HAM dan adanya jaminan hak minoritas

Tidak adanya perlindungan HAM, sehingga terjadi banyakpelanggaran HAM tapi kasusnya ditutup-tutupi.

5

Pers (jurnalis) mendapat kebebasan untuk memberitakan pengelolaan Negara oleh pemerintah

Manajemen pemerintahan tertutup, sehingga tidak diketahui oleh publik

6

Hukum memenuhi kebutuhan kepentingan individu dan masyarakat

Hukum untuk memenuhi visi politik penguasa

7

Pemerintahan konstitusional atau berdasarkan hukum.

Pemerintahan tidak berdasarkan konstitusional.

8

Pemerintahan mayoritas (dipiih oleh suara terbanyak / pemilihan umum) secara demokratis.

Pemilu tidak demokratis. Pemilu dijalankan hanya untuk memperkuat keabsahan penguasa atau pemerintah Negara.

9

Terdapat lebih dari satu partai politik.

Sistem satu partai politik atau beberapa partai politik tapi hanya ada satu partai yangmemonopoli kekuasaan.

10

Penyelesaian masalah diselesaikan secara damai melalui musyawarah atau perundingan.

Penyelesaian masalah diputuskan oleh penguasa / pemimpin secara sepihak.

11

Badan peradilan bekerja dengan bebas sesuai hokum dan tidak bisa diintervensi oleh siapa pun.

Badan peradilan
tidak bebas dan bisa diintervensi oleh penguasa.

12

Proses pembuatan hukum partisipatif

Proses pembuatan huku tidak partisipatif

13

Sistem politik Negara demokrasi berlandaskan pada keputusan rakyat dalam mengambil keputusan melalui perwakilan rakyat.

Sistem politik Negara otoriter hanya berlandaskan pada keputusan penguasa tanpa memperhatikan aspirasi rakyat.

14

Adanya pembagian kekuasaan.

Pemusatan kekuasaan pada satu orang atau sekelompok orang.

15

Fungsi hukum sebagai instrumen pelaksana kehendak rakyat.

Fungsi hukum sebagai legitimasi progam penguasa.

16

Partai politik berperan sebagai alat untuk mensosialisasikan budaya politik negara dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Partai politik lebih mengedepankan sosialisasi budaya dan pola piker yang ditentukan oleh partai.

19. apa perbedaan negara demokrasi dengan negara otoriter

Negara demokrasi : kedaulatan berada di tang rakyat
negara otoriter : kedaulatan berada di tangan penguasa tertinggi negara
Negara Demokrasi kewenangan ada ditanganrakyatnya, sedangkan negara otoriter selalu tunduk pada pemimpinnya dengan tanpa suara (aspirasi) rakyatnya.

20. apa perbedaan negara demokrasi dan negara otoriter

negara demokrasi: rakyat yg mengatur negara
negara otoriter: negara yang mengatur rakyat
Ciri-ciri kepemimpinan demokratis:perlindungan hak asasi manusia , menjunjung tinggi hukum , tunduk terhadap kemauan orang banyak , tanpa mengabaikan hak golongan kecil agar tidak timbul diktator mayoritasbersumber pada “ kehendak rakyat “dan bertujuan untuk menyampaikan kebaikkan atau kemaslahatan bersama, untuk itu demokrasi selalu berkaitan dengan persoalan perwakilan kehendak rakyat.Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan dari pemimpin.Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat, dan jika dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis pemimpin menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat dipilih.Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok. Sistem Politik DemokrasiAdanya pembagian kekuasaanPemerintahan konstitusional atau berdasarkan hukumPemerintahan mayoritasPemilu bebas atau demokratisParpol lebih dari satuManagemen terbukaPers bebasPerlindungan terhadap HAM dan adanya jaminan Hak minoritasPeradilan bebas tidak memihakPenempatan pejabat pemerintahan dengan Merit sistemKebiaksanaan pemerintah dibuat badan perwakilan politik tanpa paksaanKonstitusi atau UUD yang demokratis.Penyelesain masalah secara damai melalui musyawarah atau perundinganKeuntungan Sistem Demokratis :Adanya persamaan dan kebebasan politik.Tidak ada stratifikasi ekonomi materil atau moril.Bersatu dalam perbedaan.Distribusi kekuasaan yang relative merata ada pada presiden atau perdana mentri.Kewenangannya adalah rule of law dan konstitusionalRakyat ambil bagian secara aktif atau mekanisme pasar.Terjadi Kebebasan PERS.orang yang memimpin dengan tata cara memimpin demokratis, biasanya memiliki kepribadian halus, dan berjuang untuk rakyatnya.pemimpin dengan tata cara kepemimpinan demokratis biasanya di dukung penuh oleh masyarakat, karena pemimpin yang demokratis lebih mengerti apa yang rakyatnya atau orang-orang yang di pimpinnya inginkan.orang yang di anggap sebagai pemimpinnya bisa mendapatkan ide-ide, solusi-solusi, walaupun pemimpin itu yang tetap harus memutuskan segalanya.Adanya pemilihan Umum untuk menentukan siapa saja yang bisa menjadi wakil rakyat dan Presiden.

Video Terkait

Bagikan: