Sultan Agung Versus Jp Coen

Fatih.co.id

Sultan Agung Versus Jp Coen
Sultan Agung Versus Jp Coen

sebab dari sultan agung versus j.p. coen

1. sebab dari sultan agung versus j.p. coen

Karena VOC ingin memonopoli kerajaan banten dan VOC juga memecah belah kerajaan tersebut / Adu domba pada tahun 1680

2. pengertian sultan agung versus j.p coen

Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma adalah Sultan ke-tiga Kesultanan Mataram yang memerintah pada tahun 1613-1645. Di bawah kepemimpinannya, Mataram berkembang menjadi kerajaan terbesar di Jawa dan Nusantara pada saat itu. sedangkan Jan Pieterszoon Coen adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang keempat dan keenam. Pada masa jabatan pertama ia memerintah pada tahun 1619 – 1623 dan untuk masa jabatan yang kedua berlangsung pada tahun 1627 – 1629.

3. apa sebab-sebab perlawanan sultan agung versus j.p coen ?

SEKILAS TENTANG SULTAN AGUNGSultan Agung adalah raja yang membawa Mataram mecapain masa Keemasannya. Cita-cita Sultan Agung antara lain, mempersatukan Seluruh tanah Jawa, dan mengusir kekuasaan asing dari bumi Nusantara, maka dari itu Sultan Agung sangat menentang keberadaan VOC(Vereenigde Oostindische Compagnie).            Oleh karena itu, Sultan Agung merencanakan serangan ke Batavia.
ALASAN SULTAN AGUNG MENYERANG BATAVIA1.        Tindakan monopoli yang dilakukan VOC2.      VOC sering menghalang-halangin kapal-kapal dagang Mataram yang akan berdagang di Malaka3.      VOC menolak untuk mengakui kedaulatan Mataram4.      Keberadaan VOC di Batavia telah memberikan ancaman serius bagi masa depan Pulau Jawa
1.            Tepat pada tanggal 22 Agustus 1628, Tumenggung Baureksa, memimpin Pasukan Mataram menyerang VOC di Batavia, dimana pada saat itu Gubernur VOC dijabat oleh J.P Coen.Pasukan Mataram berusaha membangun pos-pos pertahanan, tetapi kompeni VOC berusaha menghalang-halangi, sehingga pertempuran sengit tidak dapat dihindarkan.Dite
ngah-tengah peperangan Pasukan Mataram lain berdatangan, Pasukan Mataram berusaha mengepung tetapi kekuatan VOC dengan persenjataan lebih unggul dapat memukul balik Pasukan Mataram, Tumenggung Baureksa pun gugur.Serangan pertama belum berhasil.

2.Tidak putus asa, Sultan Agung langsung mempersiapkan serangan kedua, belajar dari pengalaman ia meningkatkan jumlah kapal senjata, dan makanan, ia membangun lumbung beras untuk persediaan bahan makanan di Tegal dan Cirebon.Tahun 1629, Pasukan Mataram dibawah pimpinan Tumenggung Singaranu, Kiaki Dipati Juminah, Dan Dipati Purbaya.VOC mengetahui persiapan Pasukan Mataram, Sehingga di Tegal, VOC menghancurkan 200 kapal Mataram, 400 rumah penduduk dan sebuah lumbung beras.
Pantang mundur, dengan jumlah pasukan yang ada, Pasukan Mataram berhasil menguasai dan menghancurkan Benteng Hollandia, lalu Pasukan Mataram mengepung Benteng Bommel, tapi gagal menghancurkannya, terdengar berita bahwa J.P Coen tewas dalam penyerangan itu yang terjadi pada tanggal 21 September 1629Dengan kondisi kritis, Belanda semakin marah dan meningkatkan kekuatannya untuk mengusir Pasukan Mataram, dengan senjata yang lebih baik dan lengkap, Pasukan Mataram ditarik mundur kembali ke Mataram.Dengan demikian serangan kedua Sultan Agung juga mengalami kegagalan.
MELEMAHNYA KEKUATAN MATARAMDengan kegagalan kedua penyerangan Pasukan Mataram membuat VOC semakin berambisi untuk memaksakan monopoli dan memperluas pengaruhnya di daerah lain.Namun dibalik itu VOC tetap mengawasi gerak Pasukan Matara.Sebagai contoh, pada waktu Sultan Agung mengirim pasukan ke Palembang untuk membantu Raja Palembang menyerang VOC, tetapi ditengah jalan langsung diserang oleh VOC.Jiwa Sultan Agung untuk melawan dominasi asing di Nusantara, tidak diwarisi oleh raja-raja pengganti Sultan Agung, ia meninggal pada tahun 1645, Mataram pun semakin lemah dan dikendalikan oleh VOC

KUBURAN JAN PIETERSZOON COENImogiri berasal dari kata Imo yang berarti mendung dan Giri yang yang berarti gunung.  Jadi Imogiri diartikan sebagai Gunung yang bermendung atau Gunung yang sejuk.Konon jenazah Gubernur Jenderal VOC yang pertama, Jan Pieterszoon Coen juga dimakamkan di Imogiri sebagai kesed alias alas pembersih kaki. Ada yang berpendapat bahwa makam J.P. Coen itu di Imogiri disebut sebagai makam Indranata,“Badannya dibagi tiga. Kaki dan tangan ditanam di dekat anak-tangga-teratas, dekat pohon-pohon, kurang terawat, tubuhnya (gembung, dada, dan perut) ditanam di tengah anak-tangga-terbawah dari Gapura Supiturang, dan kepalanga ditanam di alas Gapura Situpirang itu.””” 

4. pertanyaan tentang sultan agung versus j.p coen

bagaimana strategi sultan agung saat penyerangan terhadap batavia yg ke 3

5. bagaimana latar belakang dan kronologis kejadian sultan agung versus j.p coen?

dikarenakan sultan agung berpendapat bahwa keberadaan voc di batavia menyebabkan penderitaan bagi pedagang pribumi kerena vocmelakukan monopoli. voc juga sering menghalang-halangi kapal dagang mataram yang akan berdagang ke malaka. oleh karena itu, sultan agung mengirim pasukan mataram ke batavia untuk menyerang voc

6. Apa akibat dari perang Sultan agung dan jp Coen dalam bidang perekonomian ,sosial budaya

. Monopoli yang dilakukan VOC
2. VOC menghalang-halangi kapal dagang Mataram yang akan berdagang ke Malaka.
3. VOC menolak untuk mengakui kedaulatan Mataram.
4. Keberadaan VOC di Batavia telah menmberi ancaman serius pada masa depan pulau jawa
5. banyak gudang gudang makaknan yang di bakar oleh VOC

7. Tujuan sultan agung vs jp coen

untuk mengusir belanda dari batavia

8. Lokasi perang sultan Agung versus J.P Coen​

Jawaban:

Di Pulau Jawa

Penjelasan:

Maaf Kalau Salah……

9. Dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari sultan agung versus j.p coen

Jalannya Peristiwa
a. Serangan pertama
Pada 22/8/1628, Pasukan Mataram, dibawah pimpinan Tumenggung Bahureksa yang diutus oleh Sultan Agung, menyerang Batavia. Pasukan Mataram berusaha membangun pos pertahanan, tetapi kompeni VOC menghalangi, sehingga terjadi pertempuran. Bahkan pasukan lain membantu, seperti pasukan Sura Agul-Agul yang dibantu oleh Kiai Dipati Mandurareja dan Upa Santa, serta laskar orang-orang Sunda pimpinan Dipati Ukur. Dalam serangan pertama ini, Tumenggung Bahureksa gugur.
b. Serangan kedua
Belajar dari kekalahan pada 1628, Sultan Agung meningkatkan jumlah kapal dan senjata, membangun lumbung beras untuk persediaan bahan makanan. Pada serangan kedua 1629, pasukan Mataram dipimpin oleh Tumenggung Singaranu, Kiai Dipati Juminah, dan Dipati Purbaya. Tetapi informasi ini diketahui VOC, sehingga VOC berhasil menghancurkan kapal-kapal, rumah penduduk dan lumbung pasukan Mataram. Pasukan Mataram pantang menyerah, terus berusaha mengepung Batavia, dan akhirnya berhasil menghancurkan Benteng Hollandia, dan mengepung Benteng Bommel. Pada saat itu pula, tepatnya 21 September 1629, J.P. Coen meninggal karena penyakit kolera. Tetapi hal ini malah semakin membakar semangat Belanda, sehingga serangan pasukan Mataram kedua juga gagal.
Akhir Perang
Kegagalan Mataram menyerang Batavia, membuat VOC semakin berambisi mengepung Mataram. Semakin buruk ketika Sultan Agung wafat pada tahun 1646, dan diganti dengan Sunan Amangkurat I yang bahkan bersahabat dengan VOC dan kejam terhadap rakyat dan ulama, sehingga menimbulkan perlawanan rakyat, salah satunya dipimpin oleh Trunajaya.

Maaf kalau salah

10. akhir perlawanan sultan agung versus j.p Coen​

Jawaban:

Saat Kerajaan Mataram mengepung Benteng Bommel, terdengar berita kalau Jenderal VOC saat itu, yaitu J.P. Coen sudah meninggal. Kejadian ini terjadi di tanggal 21 September 1629. Dalam situasinya yang sudah sangat kritis, Belanda semakin marah dan semakin brutal dalam menghadapi serangan Mataram. Dengan menyiapkan persenjataan yang lebih baik dan lengkap, Belanda dapat menangkal serangan dari Mataram. Pasukan Mataram semakin melemah dan akhirnya kembali ke Mataram.

11. bagaimana latar belakang dan kronologis kejadian sultan agung versus j.p coen?

Latar belakang perlawanan Sultan Agung melawan J. P. Coen (Gubernur VOC saat itu) antara lain adalah:

VOC melakukan monopoli perdagangan. Tindakan ini bukan hanya merugikan perdagangan Kerajaan Mataram namun juga menyengsarakan rakyat pribumi.VOC sering kali melakukan tindakan menghalang-halangi kaal dagang milik Kerajaan Mataram yang hendak beraktivitas di Malaka.VOC enggan mengakui kedaulatan dari Kerajaan mataram.Eksistensi VOC di Batavia merupakan ancaman besar untuk masa depan Pulau Jawa.

Kronologis perlawanan Sultan Agung melawan J. P. Coen (Gubernur VOC saat itu) antara lain adalah:

22 Agustus tahun 1628, di bawah kepemimpinan Tumenggung Baureksa, pasukan Kerajaan Mataram menyerang VOC di Batavia. Pertempuran sengit tak bisa dihindari. Pasukan Mataram mendapat banyak bantuan di antaranya pasukan Sura Agul-agul, bantuan Kiai Dipati Mandurareja, bantuan Upa Santa, bantuan orang Sunda di bawah komando Dipati Ukur dan lain-lain. Sayangnya, persenjataan VOC yang modern memberi mer
eka kemenangan. Pada peperangan ini, Tumenggung Baureksa wafat.Tahun 1629, pasukan Mataram kembali berangkat untuk menyerang VOC di Batavia. Tetapi VOC mengetahui hal ini sehingga mereka lebih dahulu menghadang pasukan tersebut saat masih dalam perjalanan. Namun pasukan Mataram tak menyerah dan tetap maju menyerang Batavia. Merkea berhasil menghancurkan Benteng Holandia.21 September 1629, berhembus kabar J. P. Coen wafat sehingga pasukan Mataram semakin bersemangat menghancurkan VOC. Sayangnya, sekali lagi, senjata yang lebih modern membuat pasukan Mataram bisa dilemahkan. Serangan kedua, gagal.Pembahasan

Sultan Agung adalah penguasa Kesultanan Mataram yang mahsyur. Semangatnya menguasai Jawa dan menghancurkan VOC sangat besar. Sayangnya, persenjataan modern milik VOC membuat pasukannya selalu gagal di medan perang. Meski begitu, semangat juangnya jadi teladan bagi bangsa.

Pelajari Lebih LanjutMateri tentang informasi penting mengenai Sultan Agung https://brainly.co.id/tugas/36161803Materi tentang apa yang ingin diketahui lebih lanjut mengenai Sultan Agung https://brainly.co.id/tugas/36112222Materi tentang Sikap kepahlawanan apa yang dimiliki Sultan agung hanyokrokusumo https://brainly.co.id/tugas/13411606

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Detail Jawaban

Kelas      : SMA

Mapel    : Sejarah

Bab        : Bangsa Eropa di Indonesia

Kode      : –

#AyoBelajar #SPJ2

12. penyebab terjadinya pelawanan sultan agung vs jp. coen

Voc yg terua memaksa kehendak untuk melakukan monopoli perdagangan dan membuat para pedagang mengalami kemunduran.kebijakan monopoli itu dapat membawa penderitaan bagi rakyat.oleh karena itu sultan agung merencanakan serangan ke batavia

13. Dampak perlawanan sultan agung dengan jp coen

Salah satu dampak serangan yang dilancarkan Sultan Agung kepada J.P. Coen adalah masalah keracunan yang dialami pihak J.P. Coen karena Sultan Agung berhasil menyebarkan wabah kolera melalui sungai ciliwung. Wabah kolera tersebut bahkan menyebabkan J.P. Coen Meninggal dan Belanda menyatakan akan menarik pasukannya dari Mataram.Munculnya pemberontakan yang diakibatkan dari kekalahan atas VOC

14. latar belakang sultan agung versus J.P. coen

sultan agung j. p.. coen adalah brsal dri para sultan mka dri itu dbrikn nma glar sultan agung j. p. coen dan sngt mmntingkn pendidkn agama, akidah, dan akhlak
maaf jka slh

15. jelaskan akibat dari perang antara sultan agung melawan jp coen​

Jawaban:

Setelah JP Coen berhasil menaklukkan jayakarta yang semula milik kesultanan banten. Kemudian coen membakar kota itu dan membangun nya kembali kemudian mengganti namanya menjadi batavia sekaligus menetapkannya menjadi pusat pemerintahan VOC di nusantara

16. siapakah sultan agung yang berani melakukan perlawanan terhadap JP Coen?​

Sultan Agung Hanyokrokusumo

17. siapa tokoh tokoh sultan agung versus j.p coen

Jawaban:

VOC,j.p Coen,Pasukan mataram,sultan agung

18. apa sebab umum dan khusus sultan agung vs jp coen

Jawaban: Menguasai pelabuhan Sunda Kelapa dan memonopoli perdagangan

Penjelasan:

19. Jalannya perang sultan agung versus j. p. coen

Pasukan

pertama dipimpin Adipati Ukur berangkat pada

Mei 1629, dan pasukan kedua dipimpin Adipati

Juminah berangkat bulan Juni. Total semua 14.000

prajurit. Kegagalan serangan pertama diantisipasi.

Lumbung-lumbung beras di Karawang dan Cirebon

disediakan sebagai persediaan pangan pasukan

Mataram . Namun pihak VOC berhasil memusnahkan

semuanya. Maka, serangan kedua Sultan Agung

pun mengalami kegagalan lagi. Meskipun demikian,

pihak Mataram sempat membendung dan

mengotori Sungai Ciliwung mengakibatkan timbul

wabah kolera melanda Batavia . Gubernur Jenderal

VOC yaitu J.P. Coen tewas oleh penyakit ini

20. Latar belakang perang sultan agung versus j.p coen

1. Monopoli yang dilakukan VOC
2. VOC menghalang-halangi kapal dagang Mataram yang akan berdagang ke Malaka.
3. VOC menolak untuk mengakui kedaulatan Mataram.
4. Keberadaan VOC di Batavia telah menmberi ancaman serius pada masa depan pulau Jawa.

Video Terkait

Bagikan: